Sukses Pilkades, Warga Kersamanah ‘Ngagubyag Balong’

Sebagai ungkapan kegembiraan terpilih lagi sebagai Kepala Desa (Kades) Kersamanah pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019, Dindin Wahyudin menggelar kegiatan ‘ngagubyag balong’, Rabu (6/11/2019).

Sukses Pilkades, Warga Kersamanah ‘Ngagubyag Balong’
Foto: INILAH/Zainulmukhtar

INILAH, Garut – Sebagai ungkapan kegembiraan terpilih lagi sebagai Kepala Desa (Kades) Kersamanah pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019, Dindin Wahyudin menggelar kegiatan ‘ngagubyag balong’, Rabu (6/11/2019).

Ngagubyag balong digelar di beberapa kolam ikan di setiap lingkungan Rukun Warga. Salah satunya sebuah kolam ikan tradisional berukuran panjang 25 meter dan lebar 11 meter tanpa tembok penahan tanah di Kampung Ciarog.

Ngagubyag balong merupakan tradisi menangkap ikan dengan tangan di kolam secara beramai-ramai. Biasanya diadakan sebagai ungkapan syukur atau kegembiraan atas sesuatu hal.  

Tak ayal, ribuan warga dari kampung- kampung di Desa Kersanamah turun menyerbu kolam-kolam yang sudah diisi ratusan kilogram ikan mas. Lelaki, perempuan, tua, muda, hingga anak-anak pun berebutan menangkap ikan.

Kendati ngagubyag sebenarnya kegiatan menangkap ikan dengan tangan, praktiknya banyak di antara warga menangkap menggunakan alat penangkap ikan berbagai jenis dan ukuran. Namun hal itu tak membuat warga lainnya merasa tak nyaman. Yang penting ada kebersamaan di antara mereka.

Ketegangan sempat terjadi pada masa kampanye hingga pemungutan suara di Pilkades pun seakan sirna.

“Ini (ngagubyag balong) merupakan ungkapan syukur kita kepada Alloh SWT atas suksesnya Pilkades yang kita ikuti. Ini juga bukan semata kemenangan saya pribadi maupun keluarga, tapi tak lain merupakan kemenangan masyarakat Desa Kersamanah sendiri,” kata Dindin.

Dia menyebutkan, kepercayaan masyarakat memilihnya untuk kembali memimpin Desa Kersamanah selama enam tahun ke depan merupakan sebuah amanah berat. Namun mau tak mau hal itu mesti dijalankannya. Terlebih disadarinya masih banyak pekerjaan rumah yang belum tertuntaskan selama enam tahun periode pertama dirinya memimpin Desa Kersamanah. Baik di bidang pembangunan infrastruktur, perekonomian maupun sumberdaya masyarakatnya.

Dindin berharap mendapatkan dukungan masyarakat secara penuh selama memimpin Desa Kersamanah enam tahun ke depan itu.

"Dukungan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam roda pemerintahan. Tidak mungkin berhasil jika semuanya hanya dilakukan seorang kepala desa," ujar pria berusia 51 tahun itu.

Pada pemungutan suara Pilkades 2019 pada Selasa (5/11/2019), Dindin mendapatkan sebanyak 1.868 suara. Dia berhasil mengungguli tiga kandidat kades lainnya, Wawan Setiawan Setiadi yang mendapat 1.200 suara, Daden Haerudin mendapat 1.474 suara, dan Samsuri Abdu Rahman yang mendapat 401 suara. (Zainulmukhtar)


Editor : DeryFG