Sunnah Rasulullah SAW Hadapi Kecemburuan Istri, Buya Yahya: Jangan Dimarahi!

Allah menciptakan kodrat perempuan sebagai manusia pencemburu. Yang mudah merasa marah dan sedih. Buya Yahya: Jangan Dimarahi!

Sunnah Rasulullah SAW Hadapi Kecemburuan Istri, Buya Yahya: Jangan Dimarahi!
Sunnah Rasulullah SAW Hadapi Kecemburuan Istri, Buya Yahya: Jangan Dimarahi!

INILAHKORAN, Bandung- Allah menciptakan kodrat perempuan sebagai manusia pencemburu. Yang mudah merasa marah dan sedih.

Buya Yahya mengatakan dalam kanal Youtubenya Al-Bahjah TV, sering kali kemarahan itu tidak tersampaikan dengan lisan tapi nampak dari sifat termasuk kecemburuan.

Sehingga ketika ia menampakan rasa cemburu kepada suami dengan hal yang kita anggap biasa saja. Perempuan mudah marah karena hatinya sangat halus.

Baca Juga: Spoiler Ghost Doctor Episode 15: Oh Soo Jung dengan Jang Se Jin Berseteru Karena Perebutkan Go Seung Tak

 “Ketika itu para suami jangan mengatakan “andai bukan dia”, tapi ketahuilah istrimu maha sempurna,” jelas Buya Yahya.

Kisah Rasulullah SAW, saat Aisyah cemburu melihat ada hidangan makanan dari para tamu Rasul. Seketika makanan terus diseretnya sampai jatuh berserakan.

Tapi Rasul saat itu tidak marah dan hanya berkata “sesungguhnya ia hanya sedang cemburu.”

“Kalo tidak cemburu, bukan perempuan dia,” tambahnya.

Baca Juga: Hal Ini Bisa Bikin Suami Mati Syahid, Ustadz Adi Hidayat: Karena Berjuang di Jalan Allah

Ketika istri cemburu jangan dihancurkan hatinya dengan memarahinya, tapi pahami kecemburuan itu dengan menghiburnya seperti Nabi Muhammad SAW.

Karena menurut Buya Yahya dibalik rasa cemburu dan perasaan cinta serta takut kehilangan luar biasa yang istri rasakan.

Juga suami harus ingat bahwa hadapi kecemburuan dengan lemah lembut karena fitrah perempuan Allah ciptakan sebagai makhluk penyayang dan ingin disayangi.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran