Support Pemkot Bandung, Apjatel Terus Rapihkan Kabel Semerawut
Asosiasi penyelenggara jaringan telekomunikasi (Apjatel) Jawa Barat menyatakan, terus mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam penataan kabel udara di sejumlah ruas jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Asosiasi penyelenggara jaringan telekomunikasi (Apjatel) Jawa Barat menyatakan, terus mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam penataan kabel udara di sejumlah ruas jalan.
Ketua Koordinator Wilayah Apjatel Jabar, Yudiana Arifin mengatakan, sejak 2022 pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota bandung untuk melakukan perapihan kabel.
"Sejak awal program ini berjalan, Apjatel mendukung penuh. Tahun 2022 kami mulai kolaborasi dengan Diskominfo untuk perapihan kabel di kota bandung," kata Yudiana Arifin, Rabu 6 Agustua 2025.
Menurut dia, perapihan kabel dilakukan secara rutin setiap hari Selasa bersama tim dari Diskominfo. Hingga saat ini, ratusan kilometer kabel telah ditertibkan di sejumlah titik di kota bandung.
"Untuk tahun ini saja, dari Januari sampai sekarang sudah sekitar 30 sampai 40 kilometer kabel yang dirapikan," ucapnya.
Yudiana menambahkan, kegiatan perapihan tidak hanya dilakukan pada hari Selasa. Jika ada laporan dari masyarakat melalui layanan 112 atau permintaan langsung dari Diskominfo, tim APJATEL akan segera turun ke lapangan.
“Koordinasi berjalan lancar. Kadang pak kadis (Diskominfo) juga langsung menghubungi, baik siang maupun malam, jika ada yang perlu dirapikan. Kami langsung respon,” ujar dia.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 30 operator jaringan yang tergabung dalam Apjatel Jabar. Dalam setiap kegiatan penataan kabel, sebanyak 10 hingga 15 operator biasanya terlibat secara langsung.
Yudiana menegaskan, seluruh kegiatan ini dilakukan tanpa dipungut biaya. Ia menyebut, penataan kabel merupakan bagian dari tanggung jawab operator dalam menjaga infrastruktur jaringan.
“Ini bagian dari kewajiban kami sebagai operator. Tidak ada biaya apa pun, karena kami juga ingin mendukung terciptanya lingkungan kota yang lebih tertib dan aman,” jelasnya.
Sementara itu, pihaknya berharap komunikasi dengan sejumlah pihak terkait termasuk PT Bandung Infra Investama (BII) dapat ditingkatkan agar proses penurunan ducting bisa segera dilakukan. *
Editor : Ahmad Sayuti

