Wali Kota Minta Apjatel Pertimbangkan Keselamatan Pengguna Jalan dalam Proses Penataan Kabel

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, progres pelaksanaan penurunan kabel jaringan atas utilitas publik yang dimasukan ke dalam tanah di Kota Bogor masih terus berjalan.

Wali Kota Minta Apjatel Pertimbangkan Keselamatan Pengguna Jalan dalam Proses Penataan Kabel

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, progres pelaksanaan penurunan kabel jaringan atas utilitas publik yang dimasukan ke dalam tanah di Kota Bogor masih terus berjalan. 

Penurunan kabel ini dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).

Dedie menuturkan, dirinya bersama Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Fadjar Muhammad Nur telah meninjau langsung pelaksanaan penurunan kabel jaringan atas. Dirinya mengingatkan kepada pelaksana kontraktor serta Apjatel untuk mempertinbangkan aspek-aspek keselamatan pengguna jalan.

"Ada tanah yang berserakan, sementara di dalam SOP harusnya dimasukkan ke karung. Saya minta pelaksana untuk menambah karung tanah dan tanah dimasukkan ke karung," tegas Dedie pada Senin 2 Juni 2025.

Dedie juga mengingatkan agar kontraktor dan Apjatel memperhatikan aspek-aspek keindahan dengan memperhatikan SOP kedalaman galian dan juga mengembalikan trotoar atau tanah yang sudah digali ke posisi semula setelah penurunan jaringan kabel dikerjakan.

Dedie menerangkan, karena tahun 2025 ini ada delapan ruas jalan dan total panjangnya kurang lebih 16 kilometer. 

"Mudah-mudahan kalau ini bisa berjalan dengan baik, tentu kabel-kabel atas yang berantakan bisa diturunkan ke bawah. Kota Bogor akan lebih indah," tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Fadjar Muhammad Nur menyampaikan terima kasih atas respon Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang cepat merespon aduan warga.

"Alhamdulillah siang ini ditindaklanjuti dengan dikumpulkan semua pihak, baik dengan dinas, dari Apjatel maupun dari kontraktor pelaksana. Mudah-mudahan ke depan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan sesuai semua spesifikasinya dan K3-nya serta keamanan bagi pengguna jalannya," paparnya.

Diketahui, sejak tahun 2023 hingga saat ini, sudah dilakukan pengurangan dan larangan pemasangan tiang baru di Kota Bogor, karena saat ini seluruh jaringan akan dimasukkan ke bawah tanah.


Editor : Ahmad Sayuti