Wali Kota Bogor Minta Masyarakat Waspada, Intensitas Hujan Tinggi dan Angin Kencang Diprediksi terjadi hingga 12 Maret
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta warga Kota Bogor untuk waspada karena hujan intensitas tinggi dan angin kencang diprediksi bakal terjadi hingga tanggal 11 atau 12 Maret 2025 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta warga Kota Bogor untuk waspada karena hujan intensitas tinggi dan angin kencang diprediksi bakal terjadi hingga tanggal 11 atau 12 Maret 2025 mendatang.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachiem mengingatkan agar warga yang tinggal di bantaran sungai dan tebingan agar memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi.
Diketahui, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, cuaca di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor hari ini Minggu 9 Maret 2025 masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan dan sedang. Pada pagi hari antara pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB berpotensi hujan ringan hingga sedang pada skala lokal di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.
Siang dan sore hari antara pukul 13.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB, berpotensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor. Begitu pula malam hari berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor. Sedangkan, dini hari cerah berawan. Untuk suhu udara berkisar antara 18 – 32°C, dengan kelembapan udara 60 – 98 %. Sementara, angin bertiup dari Barat Laut - Timur dengan kecepatan 05 - 40 km/jam.
Peringatan dini cuaca, waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir angin kencang pada siang hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Bogor bahwa kejadian hujan intensitas tinggi, kemudian angin kencang, bakal terjadi paling tidak sampai 11 hingga 12 Maret 2025 mendatang," ungkap Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim pada Minggu 9 Maret 2025.
Dedie memaparkan, jadi dirinya meminta kepada warga Kota Bogor untuk waspada. Khususnya mereka yang berada di bantaran sungai, tebingan dan rumahnya berada lereng bukit.
"Ya, tentunya lebih melihat potensi bencana dan menghindarinya. Dan artinya ini harus ada kewaspadaan yang tinggi," paparnya.
Dedie menjelaskan, kemudian dampak kejadian hujan deras disertai angin kencang beberapa hari lalu, paling tidak ada 12 lokasi pohon tumbang. Dirinya sudah minta ke jajaran Disperumkim Kota Bogor untuk memastikan kondisi pepohonan di wilayah Kota Bogor ini tidak mengandung resiko.
"Sudah kami rencanakan bagaimana menghidupkan kembali KTP pohon. Paling tidak, bisa terdeteksi. Jadi bisa lebih awal kami ketahui, pohon mana saja yang berpotensi patah atau tumbang dan sebagai ya," jelasnya.
Dedie memaparkan, kemudian ia juga meminta kepada masyarakat, karena curah hujannya tinggi, kemudian potensi hujan masih berlangsung sampai minggu depan. Maka kebiasaan masyarakat buang sampah ke saluran air, dari sekarang harus stop.
"Jangan sampai ada lagi masyarakat yang membuang sampah ke lingkungan saluran air. Akibatnya apa?, karena kalau tersumbat maka kembali airnya dan menggenangi jalan.nKejadian seperti banjir lintasan, timbul lagi timbul lagi," paparnya.
"Terakhir, saya kembali mengingatkan, khusus yang tinggal di lereng dan bantaran sungai, hindari dahulu menetap di kawasan itu, kalau misal hujan tinggi," pungkas Dedie.
Editor : Ahmad Sayuti


