Cegah Bahaya Kabel Menjuntai, Diskominfo Kota Bandung Ajukan Pengadaan Mobil Skylift
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung mengusulkan, pengadaan satu unit mobil skylift mempercepat penanganan kabel udara yang semrawut dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung mengusulkan, pengadaan satu unit mobil skylift mempercepat penanganan kabel udara yang semrawut dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan A Brilyana mengatakan, pengadaan tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena banyak laporan masyarakat terkait kabel yang menjuntai rendah. Terutama di jalanan besar dan kecil. Kondisi kabel seperti itu sangat berisiko, terutama saat tertabrak kendaraan besar seperti truk.
"Banyak yang terlihat ke bawah, bahkan menjuntai. Ini membahayakan keselamatan warga. Karena itu, kami butuh alat seperti skylift untuk penanganan langsung di lapangan," kata Yayan A Brilyana, Rabu 6 Agustus 2025.
Selama ini, pihaknya belum memiliki unit atau alat khusus untuk menangani kabel udara. Penanganan, dilakukan dengan berkoordinasi bersama operator telekomunikasi yang tergabung dalam asosiasi penyelenggara hasa telekomunikasi (Apjatel).
Setiap ada laporan kabel putus atau menggantung, Diskominfo Kota Bandung menginformasikannya ke grup Apjatel agar operator segera menindaklanjuti.
Yayan menuturkan, laporan terbanyak yang masuk berasal dari kasus kabel yang terseret kendaraan tinggi. Dalam beberapa kasus, kabel bahkan hampir menimpa pengguna jalan. Laporan tersebut, biasanya disampaikan melalui layanan darurat 112 yang aktif 24 jam.
"Kalau laporan masuk malam hari pun, kami langsung respon. Jangan sampai tunggu ada korban baru bertindak," ucapnya.
Ia memastikan, mobil skylift yang diajukan berukuran kecil dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Estimasi biaya yang diajukan mencapai Rp1 miliar, termasuk perangkat hidrolik pendukung.
"Kami hanya ajukan satu unit. Tidak besar, tapi fungsinya vital untuk penanganan di lapangan. Mudah-mudahan bisa direalisasikan di tahun ini," ujar dia.
Meski menyadari kebutuhan akan personel tambahan, pihaknya masih mengandalkan kerja sama teknis dengan operator. Menurut Yayan, para operator selama ini cukup kooperatif untuk diterjunkan langsung dalam proses perbaikan kabel.
Ia juga mengajak masyarakat, untuk aktif melaporkan jika menemukan kabel yang menjuntai atau tampak membahayakan di sekitar lingkungan mereka. "Kami apresiasi masyarakat yang sudah proaktif. Laporan cepat bisa mencegah terjadinya kecelakaan," tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti


