Supriyani Guru Honorer di Konawe Tak Aniaya Murid, Istri Aipda Ungkap Penyebab Luka Sang Anak
Menurut pengacara Supriyani, Andre Darmawan, awalnya anak tersebut mengaku bahwa luka di pahanya disebabkan oleh jatuh di sawah. Namun, setelah didesak oleh ayahnya, Aipda Wibowo, anak itu mengubah cerita dan menyatakan bahwa ia dianiaya oleh Supriyani.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anak Aipda Wibowo Hasyim, seorang anggota polisi, menarik perhatian publik setelah istrinya, Nurfitriana, terlibat dalam proses mediasi.
Anak mereka dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh guru honorer bernama Supriyani di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Menurut pengacara Supriyani, Andre Darmawan, awalnya anak tersebut mengaku bahwa luka di pahanya disebabkan oleh jatuh di sawah. Namun, setelah didesak oleh ayahnya, Aipda Wibowo, anak itu mengubah cerita dan menyatakan bahwa ia dianiaya oleh Supriyani.
"Ketika ditanya oleh ibunya, anak ini awalnya mengaku jatuh di sawah. Namun, setelah ayahnya tidak percaya dan mendesak, ia akhirnya mengaku bahwa ia dianiaya oleh ibu Supriyani," ujar Andre Darmawan.
Sementara itu, wali kelas korban, Lilis, mengonfirmasi bahwa dirinya tidak menyaksikan adanya insiden pemukulan.
Dalam proses mediasi, Nurfitriana awalnya tidak memaafkan Supriyani. Namun, setelah memberikan maaf, ia merasa tidak terima saat mengetahui Supriyani meminta maaf dengan tidak tulus.
Kasus ini pun sempat menjadi viral di media sosial. Tak sedikit yang akhirnya mengecam tindakan dari oknum polisi tersebut.
Editor : Firda Rachmawati

