Tak Bersamai Kota Cimahi, PSKC Berganti Nama Garudayaksa FC hingga Akun Wakil Wali Kota Cimahi Diserbu Green Troops

Persatuan Sepakbola Kota Cimahi atau yang lebih dikenal PSKC kini tak lagi membersamai warga Cimahi usai resmi berganti nama menjadi Garudayaksa FC.

Tak Bersamai Kota Cimahi, PSKC Berganti Nama Garudayaksa FC hingga Akun Wakil Wali Kota Cimahi Diserbu Green Troops
Klub Kota Tentara yang berdiri pada tahun 2001 itu telah resmi diakuisisi oleh akademi sepak bola milik Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Garudayaksa pada 4 Juni 2025 lalu. (net)

INILAHKORAN, Cimahi - Persatuan Sepakbola Kota Cimahi atau yang lebih dikenal PSKC kini tak lagi membersamai warga Cimahi usai resmi berganti nama menjadi Garudayaksa FC.

Klub Kota Tentara yang berdiri pada tahun 2001 itu telah resmi diakuisisi oleh akademi sepak bola milik Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Garudayaksa pada 4 Juni 2025 lalu.

Tim yang memiliki julukan Gajah Leuwi dan Laskar Sangkuriang itu memiliki prestasi yang cukup hebat diantaranya menjadi satu-satunya tim yang mampu Hattrick menjadi juara di Liga 3 zona Jawa Barat.

Kemudian, satu-satunya tim yang paling banyak masuk final di Liga 3 Jawa Barat (4 kali masuk ke babak final di Liga 3 Jawa Barat, 3 dari 4 kali final di menangkan oleh PSKC Cimahi) dan menjadi Runner Up di Liga 3 Nasional.

Prestasi terbaik PSKC Cimahi lainnya adalah lolos untuk pertama kalinya ke Liga 2 pada musim 2020.

Tak ayal, kabar hilangnya PSKC di Kota Cimahi menuai banyak kekecewaan, terutama dari Green Troops yang merupakan kelompok suporter fanatik PSKC.

Bahkan, media sosial Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira pun mendadak diserbu protes. Namun, Adhitia menegaskan, Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi tidak punya kendali atas proses akuisisi tersebut.

"Tiba-tiba medsos saya dipenuhi protes, semua tanya 'kunaon PSKC dijual?'," kata Adhitia belum lama ini.

Adhitia menjelaskan, beralihnya kepemilikan PSKC tersebut murni keputusan entitas swasta, dalam hal ini PT yang memiliki legalitas klub tersebut.

"Saya jawab, bukan Pemkot yang ngejual. Apapun namanya akuisisi, dijual itu adalah hak PT pemilik PSKC. Dari Pemkot Cimahi mah hanya bisa merasa sedih aja," jelasnya.

Kendati PSKC telah pergi, Adhitia mengajak warga Cimahi untuk tidak larut dalam kekecewaan. Pasalnya, Cimahi masih memiliki puluhan klub lokal yang selama ini bernaung di bawah Asosiasi Kota (Askot) PSSI Cimahi.

"Jangan berkecil hati. Di Cimahi ini masih ada 40 klub sepak bola yang sebenarnya juga punya potensi untuk berprestasi," bebernya.

Ke depan, ungkap Adhitia, Pemkot Cimahi bakal lebih fokus untuk melakukan pembinaan akar rumput dan menggali potensi lokal yang tersebar di 40 klub tersebut.

"Kita lihat nanti, kita bina terus aja. Supaya dari klub-klub ini muncul bibit baru. Harapan saya ke depan, Cimahi bisa punya klub yang memang tumbuh dari tanahnya sendiri," ungkapnya.

Ditanya terkait komunikasi dengan Green Troops, Adhitia mengakui hingga kini belum ada pembicaraan resmi dengan Green Troops. Namun, dirinya memastikan bahwa pintu untuk berdialog terbuka lebar. 

Bahkan, Adhitia siap bertemu dan menjelaskan duduk perkara hilangnya PSKC dari pangkuan Cimahi.

"Dari Green Troops belum ada komunikasi. Tapi silakan, saya nunggu kapan dijadwalin. Kita ngobrol supaya dijelaskan juga bahwa upaya kami berkomunikasi dengan PSKC itu udah sejak lama," paparnya.

Sebenarnya, terang Adhitia, komunikasi intens telah dibangun jauh sebelum akuisisi terjadi. Namun, keputusan tetap berada di tangan pemilik klub.

"Yang disayangkan itu aja, sudah komunikasi, tapi tetap aja tidak bisa kami tahan," terangnya.


Editor : Doni Ramdhani