Tak ada Pemberitahuan Resmi Penggantian Nama, Wakil Wali Kota Cimahi Sayangkan Hilangnya PSKC
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menyayangkan belum adanya pengumuman secara resmi pergantian nama klub sepak bola warga Cimahi yakni PSKC setelah dijual pemiliknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menyayangkan belum adanya pengumuman secara resmi pergantian nama klub sepak bola warga Cimahi yakni PSKC setelah dijual pemiliknya.
Bahkan, saat ditelusuri melalui akun resmi PSKC di media sosial, akun Instagram klub yang sempat berjuluk Laskar Sangkuriang itu sudah hilang.
Diketahui, PSKC telah berganti nama menjadi Garudayaksa dan homebasenya bakal beralih di Bekasi.
"Betul jadi Garudayaksa FC, tapi harus dijelaskan juga ke masyarakat bahwa PSKC sudah diakuisisi, dijual. Namun apapun namanya itu bukan kewenangan Pemkot Cimahi tapi PT pemilik klub. Kasusnya sama seperti Persikas Subang," kata Adhitia belum lama ini.
Adhitia menjelaskan, klub-klub yang berlaga di kancah persepakbolaan nasional tidak boleh dibiayai oleh pemerintah daerah menggunakan APBD.
Menurutnya, hal tersebut yang membuat Pemkot Cimahi tak ada sangkut pautnya dengan penjualan klub tersebut.
"Hanya saja secara regulasi kami enggak bisa intervensi, karena kan kalau pemkot tidak boleh membiayai sepakbola dari APBD," jelasnya.
"Bahkan sejauh ini kami juga sudah tidak ada komunikasi lagi dengan manajemen dan pemilik sebelumnya. Padahal ya ingin ngobrol, mau tahu bagaimana kronologinya," tambahnya.
Kendati demikian, sambung Adhitia, sebelum dijual pihak manajemen sempat berkomunikasi minta difasilitasi stadion sebagai tempat latihan.
Termasuk asrama sebagai tempat tinggal pemain selama melaksanakan latihan.
"Siap support, awalnya mereka (manajemen) minta homebase buat latihan, kami persilakan pakai (stadion) Sangkuriang. Lalu mereka minta asrama untuk pemain, mangga kami akan carikan," paparnya.
"Tapi dari situ tidak ada kabar, tiba-tiba.saja ramai di media terjadi perubahan nama dan markas berdasarkan Kongres Biasa PSSI," sambungnya.
Sebagai masyarakat Kota Cimahi, Adhitia mengaku kecewa namun tak bisa menentang keinginan pemilik yang memutuskan melepas klub ke pemilik barunya.
"Dalam perjalanannya berarti PSKC sudah 2 kali pindah tangan. Harapannya jangan menghilangkan nilai Kecimahian dan aspek historis," imbuhnya.
"Tapi secara penamaan sudah berganti, ya hilang sejarahnya otomatis hilang. Sedih pastinya," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


