Tak Bisa Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, DPRD Minta Kinerja Pejabat Disperdagin Cirebon Dievaluasi

Tak bisa atasi kelangkaan minyak goreng curah DPRD Kabupaten Cirebon meminta agar Bupati Imron mengevaluasi pejabat Disperdagin

Tak Bisa Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, DPRD Minta Kinerja Pejabat Disperdagin Cirebon Dievaluasi
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Mad Saleh

INILAHKORAN, Cirebon –  Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon mendesak agar Bupati Cirebon Imron mengevaluasi kinerja para pejabat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin).

Menurut anggota dewan komisi II tersebut, pejabat Disperdagin Kabupaten Cirebon perlu dievaluasi lantaran dianggap tidak bisa memfasilitasi kelangkaan minyak goreng ditengah kebutuhan masyrakat yang sangat mendesak.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Mad Saleh menilai, di saat masyarakat menjerit dengan langkanya minyak goreng, kehadiran Pemkab Cirebon sangat dibutuhkan. Namun, selama ini, Pemda melalui Disperdagin tidak bisa memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan mudah dan harga murah.

Baca Juga: Spoiler Forecasting Love and Weather Episode 15: Lee Shi Woo Beri Saran Tak Biasa hingga Buat Han Ki Jun Geram

"Harusnya kan Pemda melalui Disperdaging hadir di tengah-tengah masyarakat. Yakni dengan mendatangkan distributor minyak goreng ke pasar-pasar Pemda. Ini kan tidak pernah dilakukan," kata Mad Saleh, Senin 28 Maret 2022.

Politisi PKB ini sangat menyayangkan, karena belum lama ini operasi pasar dengan membuka bazar minyak goreng murah bukan Pemda  yang melakukan. Namun, malah Partai Demokrat yang memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng curah dan murah. Bahkan, harganya  dibawah HET.

"Kalau pejabat paham, ini harusnya menjadi pukulan telak bagi Pemda. Partai bisa memfasilitasi minyak goreng curah murah.  Tapi pemda melalui Disperdagin tidak bisa melakukan," jelasnya.

Baca Juga: Taat Bayar Pajak, Wajib Pajak Pun Diganjar Penghargaan Bapenda Kota Bogor

Ia mengaku mendukung apa yang dilakukan PD yang bisa memfasilitasi masyarakat. Ini untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan mudah. Dan hal itu, harusnya dilakukan Pemda melalui Disperdagin. Apalagi, mendekati bulan Ramadan yang tentunya kebutuhan masyarakat akan minyak goreng meningkat.

"Jadi kami mendesak Bupati mengevaluasi kinerja para pejabat Disperindagin. Kerjanya apa saja selama ini untuk mengatasi kebutuhan masyarakat.  Terutama soal kelangkaan minyak goreng curah. Masa memfasilitasi  masyarakat mendapatkan minyak goreng curah saja tidak bisa," ucapnya.

Seperti diketahui, selama dua hari, Sabtu-Minggu (26-27/3/2022) PD di Kabupaten Cirebon melakukan operasi pasar dengan membuka bazar minyak goreng curah dengan harga di bawah HET. Operasi pasar tersebut digelar di empat titik pasar milik Pemda. Pasar tersebut adalah Pasar Ciledug, Gebang, Celancang dan Sumber.

Baca Juga: Sinopsis The Gunman: Pelarian Pembunuh Bayaran untuk Menyelamatkan Diri

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon, Heriyanto menambahkan, partainya hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mempermudah mereka mendapatkan minyak goreng curah dan murah. Harganyapun, Rp 15.000 /kg. Tercatat, masing-masing pasar  diberi jatah 2.500 kg. Totalnya minyak goreng curahnya sendiri yang dibagikan adalah 10.000 kg.

"Saya berharap, operasi pasar ini dapat mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng curah di masyarakat. Sekaligus, bisa membantu masyarakat khususnya para pedagang kecil yang saat ini mengalami kesulitan minyak goreng," tukasnya. (maman suharman)


Editor : inilahkoran