Tak Hanya di Sarimukti, Emil Sebut Dampak Kemarau Akibatkan Kebakaran di Sejumlah TPA di Jabar

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai kebakaran yang terjadi di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan dampak musim kemarau.

Tak Hanya di Sarimukti, Emil Sebut Dampak Kemarau Akibatkan Kebakaran di Sejumlah TPA di Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

INILAHKORAN, Ngamprah - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai kebakaran yang terjadi di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan dampak musim kemarau.

Pria yang akrab disama Kang Emil itu menyebut, peristiwa kebakaran juga terjadi di sejumlah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Indonesia, termasuk di Jawa Barat.

"Meski kecil kebakaran juga terjadi di TPA di Garut, TPA Bekasi, TPA Purwakarta dan TPAS Subang," kata nya kepada wartawan.

Emil pun mengimbau kepada seluruh pihak agar bersiap siaga dan berhati-hati terhadap potensi kekeringan yang memicu kebakaran.

"Oleh karena itu, saya mengimbau di musim kemarau yang susah hujan ini, warga, aparat bersiaga berhati-hati terhadap potensi kekeringan yang menimbulkan kebakaran," ucapnya.

Sementara untuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) ini saatnya untuk bersiaga lantaran peristiwa kebakaran saat ini tengah gencar terjadi.

"Khusus, TPA Sarimukti kondisinya lebih baik dan titik-titiknya sudah banyak yang berhasil dipadamkan.

Tapi, api masih berlangsung di beberapa titik lainnya," ujarnya.

Emil menyebut, pihaknya menerjunkan 12 armada truk kebakaran dari seluruh wilayah Jabar dalam kordinasi Asosiasi Pemadam Kebakaran Jawa Barat di mana airnya sudah dicampur oleh cairan kimiawi sumbangan darin Kodam III Siliwangi yang bisa mengurangi potensi oksigen ke gas metan.

"Karena kita tahu tumpukan sampah ini ada gas metan yang panas dan menimbulkan potensi kebakaran kalau ada oksigen," ucapnya.

"Airnya jadi bukan H2O biasa, tapi sudah tercampur sesuatu yang istimewa," sambungnya.

Kemudian, tambah Emil, lantaran visual yang terbatas, maka upaya pemadaman juga dilakukan dengan

drone yang biasa digunakan untuk pupuk cair untuk menyiram lahan pertanian. 

"Sekarang kita gunakan untuk media cairan istimewa untuk memadamkan titik api yang tidak bisa dijangkau," ujarnya.

"Jadi kita cukup pantau dari monitor dan saya haturkan terimakasih atas inovasi yang dilakukan," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti