Tak Hanya Kesehatan, Dampak Kebakaran TPA Sarimukti Warga Harus Kehilangan Pekerjaan
Peristiwa kebakaran TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak hanya berdampak pada sisi kesehatan. Namun, juga melumpuhkan mata pencaharian ratusan warga yang menggantungkan hidupnya di tempat pembuangan sampah se-Bandung Raya tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Peristiwa kebakaran TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak hanya berdampak pada sisi kesehatan. Namun, juga melumpuhkan mata pencaharian ratusan warga yang menggantungkan hidupnya di tempat pembuangan sampah se-Bandung Raya tersebut.
Pasalnya, mayoritas masyarakat di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tersebut bergantung hidup pada keberadaan TPA Sarimukti.
"Tak sedikit warga yang mencari rezeki dengan mengumpulkan dan memilah sampah di TPA Sarimukti sekadar untuk menyambung hidup," ungkap salah seorang warga RT 01/01 Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Deden Indra saat ditemui, Jumat 25 Agustus 2023.
"Warga di sini (Desa Sarimukti) banyak yang menjadi pemulung dan bandar sampah," sambungnya.
Deden menyebut, penghasilan warga dari mengais sampah di TPA Sarimukti ini cukup bervariasi dari mulai Rp 80 ribu. Namun, itu cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
"Meski penghasilannya beragam, tapi itu sangat membantu perekonomian masyarakat," sambungnya.
Tak hanya itu, tak sedikit pula warga dari luar Desa Sarimukti dan luar KBB yang mencari nafkah di TPA Sarimukti.
"Kami di sini sangat terbuka dan Alhamdulillah tidak sedikit warga luar yang sama-sama mencari nafkah di TPA Sarimukti," ucapnya.
Denden pun berharap agar TPA Sarimukti tidak berhenti beroperasi secara total.
"Mudah-mudahan tidak berhenti beroperasi karena kami menggantungkan hidup di TPA Sarimukti," tutupnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
