Tak Hanya Logistik, Dinsos Jabar Prioritaskan Pemulihan Trauma Korban Longsor Cisarua

Pemprov Jabar menekankan kepada Dinsos agar tidak fokus kepada urusan logistik korban longsor tapi juga pemulihan trauma

Tak Hanya Logistik, Dinsos Jabar Prioritaskan Pemulihan Trauma Korban Longsor Cisarua
Kepala Dinsos Jabar, Noneng Komara Nengsih

INILAHKORAN.ID - Di tengah pencarian korban dan pemulihan fisik pasca longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Pemprov Jabar turut menaruh perhatian serius terhadap pemulihan trauma psikologis para penyintas.

Melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemprov Jabar memastikan pendampingan psikologis dilakukan sejak masa tanggap darurat agar korban longsor tidak terjebak dalam trauma berkepanjangan.

Kepala Dinsos Jabar, Noneng Komara Nengsih menegaskan, pendampingan yang diberikan bukan untuk menghapus ingatan atas peristiwa tragis, melainkan membantu korban longsor menemukan kembali harapan hidup.

"Kami mendampingi para korban supaya mereka bisa bisa melewati trauma itu tidak sangat berat gitu. Lebih ke mendengarkan mau membuat lupa kan tidak mungkin ya, tetapi lebih ke punya harapan seperti itu," ujar Noneng di Kota Bandung, Rabu 4 Februari 2026.

Dalam proses pendampingan tersebut, Dinsos Jabar menemukan sejumlah korban dengan kondisi trauma berat yang membutuhkan penanganan lanjutan. Mereka akhirnya dirujuk ke fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit jiwa, untuk mendapatkan terapi profesional.

"Kalau untuk yang trauma berat di sini harus sampai di rujuk, karena harus ada lanjutannya. Bertemu dengan psikolog, kemudian ke rumah sakit. Bahkan kemarin ada juga yang kita lakukan dengan RSJ," ucapnya.

Meski jumlah korban yang dirujuk relatif sedikit, Pemprov Jabar memandang langkah ini sebagai bagian dari upaya pencegahan jangka panjang. trauma yang tidak tertangani dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan mental dan sosial korban di masa depan.

"Yang dirujuk tidak banyak sebetulnya. Di kita lebih banyak nerima seperti itu. Cuma mungkin lebih ke preventif ke depannya karena kan kalau bencana tidak tahu ya. Tetapi kita bisa mengikhtiarkan (mitigasi)," katanya.

Tak hanya fokus pada aspek psikologis, Dinsos Jabar juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pekerja Sosial (Peksos) diterjunkan langsung ke lokasi untuk mendampingi korban, termasuk anak-anak agar tetap mendapat ruang bermain dan pemulihan psikososial.

"Kami terjunkan Tagana, kemudian ada Pekerja Sosial (Peksos) sendiri yang kemudian mendampingi. Kemudian juga anak-anak bisa tetap bermain tidak menjadi sakit," ucapnya.

Selain di Cisarua, Dinsos Jabar juga menyalurkan bantuan serupa ke berbagai daerah lain di Jawa Barat yang terdampak bencana, termasuk banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Bantuan tersebut mencakup logistik dasar hingga operasional dapur umum.

"Jadi kemarin yang kita lakukan adalah ini sebetulnya bukan hanya di Cisarua ke semua bencana itu adalah bantuan makanan, kemudian sandang, kemudian termasuk keperluan sehari-hari seperti selimut, pampers dan dapur umum," tandasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti