Tak Terima Namanya Dicatut, Camat di NTT Banting Paket Bantuan Bencana BNPB
Aksi tegas Camat Lamba Leda Utara melempar bantuan logistik di hadapan petugas viral. Ia tak terima namanya dicatut demi manipulasi laporan bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah aksi protes keras dilakukan oleh Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Supratman.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Agustinus meluapkan amarahnya hingga melempar dan membanting paket bantuan logistik di hadapan petugas Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB).
Aksi nekat sang Camat dipicu oleh rasa kecewa lantaran namanya diduga dicatut oleh oknum petugas guna mempercantik laporan penyaluran bantuan ke pemerintah pusat, padahal kondisi riil di lapangan jauh dari kata cukup.
Kejadian tersebut berlangsung di lokasi terdampak bencana gempa yang telah memasuki hari keenam. Agustinus Supratman tidak dapat menahan kekecewaannya saat mengetahui bahwa laporan distribusi logistik dibuat seolah-olah sudah tersalurkan secara melimpah dengan membawa-bawa namanya.
"Bapak keterlaluan, bapak jual nama saya!" tegas Agustinus dengan nada tinggi ke arah petugas BNPB di lokasi.
Aksi membanting paket logistik tersebut menjadi simbol protes keras atas minimnya transparansi dan ketidaksesuaian antara laporan tertulis di atas kertas dengan kondisi nyata yang dialami warga korban gempa.
Kondisi Miris Warga: Makan Nasi Kosong Campur Kopi Hitam
Protes keras yang dilayangkan sang Camat sangat beralasan. Pada potongan video lainnya, terlihat kondisi memprihatinkan dari para pengungsi korban gempa di wilayah tersebut yang belum tersentuh bantuan makanan secara merata dari pemerintah.
Akibat krisis bahan makanan di lokasi pengungsian, sejumlah warga terpaksa bertahan hidup dengan mengonsumsi nasi kosongan yang dicampur air kopi hitam karena tidak adanya lauk-pauk maupun bahan makanan lain yang bisa diolah.
Editor : Firda Rachmawati

