Takut Potong Gaji, Bojan Hodak Ogah Komentari Wasit Sance Lawita di Laga Persib kontra Arema FC
Pelatih Persib, Bojan Hodak ogah komentari wasit Sance Lawita yang memimpin pertandingan saat melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pelatih Persib, Bojan Hodak ogah komentari wasit Sance Lawita yang memimpin pertandingan saat melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Rabu, 8 November 2023.
Padahal selama pertandingan berlangsung, Bojan Hodak terlihat sangat emosi. Bahkan beberapa kali menunjukan amarahnya kepada wasit Sance Lawita.
Hingga akhirnya Persib harus puas meraih satu poin dari Arema FC setelah laga berakhir dengan skor imbang 2-2 di laga ke-19 Liga 1 2023/2024.
Dua gol Persib dicetak David da Silva di menit ke-9 dan Ciro Alves di menit ke-26. Sementara gol Arema FC diciptakan Dedik Setiawan di menit ke-15 dan Gustavo Almeida di menit ke-55.
"Mengenai wasit, saya tidak mau berkomentar karena saya tidak mau gaji saya dipotong, karena istri saya bisa kecewa," kata Bojan Hodak usai pertandingan.
Diketahui, Sance Lawita merupakan wasit berlisensi FIFA. Namun wasit asal Sulawesi Utara itu pernah masuk dalam daftar daftar pengadil lapangan yang dihukum PSSI.
Hukuman itu diberikan karena Sance Lawita menimbulkan kontroversi setelah dianggap salah mengambil keputusan saat pertandingan Borneo FC kontra Persebaya Surabaya, 19 Agustus 2022 lalu.
Pada laga yang berakhir dengan kemenangan Borneo FC 2-1 itu, Sance Lawita dianggap keliru karena mengabaikan pelanggaran keras.
Saat itu, pemain Borneo FC, Kei Hirose melakukan tekel berbahaya kepada Koko Ari. Dalam sebuah tayangan ulang, Hirose memang terlihat sangat jelas melakukan tekel berbahaya ke arah tulang kering Ari. Namun demikian, Hirose hanya mendapatkan kartu kuning.
Imbas kejadian itu, mantan anggota Pasukan Pengawalan Presiden (Paspampres) ini mendapatkan hukuman dari PSSI, dan dilarang memimpin selama delapan pertandingan.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

