Taman Manunggal Mulai Dibangun Awal April, Lapangan Sepakbola Gunakan Rumput Sintetis

Pemkot Bogor mulai menyulap lapangan Manunggal menjadi taman tanpa menghilangkan fungsi sebagai tempat bermain sepakbola.

Taman Manunggal Mulai Dibangun Awal April, Lapangan Sepakbola Gunakan Rumput Sintetis
Pemkot Bogor mulai mengubah lapangan Manunggal menjadi taman.
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) segera membangun lapangan Manunggal menjadi taman tanpa menghilangkan fungsinya sebagai lapangan sepakbola.
 
Bahkan dengan anggaran Rp4,5 miliar, nantinya lapangan sepakbola akan menggunakan rumput sintetis sehingga bisa lebih mudah perawatannya dan penggunaan lebih nyaman.
 
Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati pada Disperumkim Kota Bogor, Irfan Zacki Faizal, tahun 2022 ini pembangunan taman Manunggal akan dimulai.
 
 
Ditargetkan akhir bulan April atau awal Mei 2022 sudah mulai dibangun karena lelangnya sendiri akan dilaksanakan pada awal April 2022.
 
"Ya, kalau tidak ada kendala selesai lelangnya ya. Untuk desain masih sama dengan tahun 2018, kami hanya mereview saja dikit. Karena dikhawatirkan akan ada sedikit perubahan desain dan kendala," ungkap Irfan kepada INILAHKORAN pada Selasa 22 Maret 2022.
 
Irfan melanjutkan, secara garis besar tak ada yang berubah dari desain taman dibandingkan dengan lapangan yang sudah ada.
 
 
Menurutnya sudah ada penyesuaian dengan rencana pembangunan balai pusat tanaman obat yang jadi salah satu target Kementerian Pertanian (Kementan) ditahun 2022 atau 2023. 
 
"Pertemuan juga sudah dilakukan secara intens, sudah ada pertemuan langsung beberapa kali. Untuk anggaran pembangunan taman Manunggal sekitar Rp4,5 miliar, insyaallah dikerjakan 150 hari kalender atau lima bulan. Karena pengerjaan tidak terlalu rumit, dibangun lapangan, taman sedikit dan nanti ada podium, pos dan mushola. Lapangan tetap bisa digunakan untuk bermain sepakbola," terangnya.
 
 
Irfan menjelaskan, lapangan sepak bola bakal lebih nyaman, karena nanti juga lapangan itu dipakai rumput sintetis.
 
Sehingga bisa dipakai setiap hari, tetapi akan ditutup satu hari dalam seminggu  untuk recovery atau perawatan rumput sintetis. 
 
"Pemeliharaan tidak terlalu berat dibandingkan rumput hidup, nanti sekolah sepak bola masih bisa menggunakan lapangan tersebut," jelasnya.
 
Irfan juga memaparkan, namun nanti pengelolaan dan jadwal akan dibahas lebih lanjut, siapa yang mengelola akan dirapatkan kembali. Apakah bisa menarik retribusi?, Itu akan dibicarakan dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor. 
 
"Kemungkinan sih ada (rencana penarikan retribusi), tetapi saat ini belum ada retribusi penggunaan untuk taman. Paling Kedepan harus ada karena akan menjadi potensi tambahan dari non pajak," paparnya.
 
Sementara itu beberapa waktu lalu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, lahan yang ada di Jalan Manunggal direncanakan akan dipoles menjadi taman baru di Kota Bogor. Beberapa waktu lalu Pemkot Bogor masih mendalami status kepemilikan dari lahan tersebut. 
 
 
"Saat ini status kepemilikan lahan tersebut sudah jelas menjadi milik Pemkot Bogor dan sudah diserahkan melalui Kementerian Pertanian (Kementan). Sehingga, Pemkot Bogor sudah menetapkan rekcana strategis pembangunan lapangan sepak bola di Jalan Manunggal," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)
 
 


Editor : inilahkoran