Tanggapi Santai Klaim Survei LSI Denny JA, Akhmad Syaikhu Optimistis Menangkan Pilgub Jabar

Akhmad Syaikhu mengaku optimistis, pasangan ASIH akronim Akhmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie mampu memenangkan Pilgub Jabar 2024.

Tanggapi Santai Klaim Survei LSI Denny JA, Akhmad Syaikhu Optimistis Menangkan Pilgub Jabar

INILAHKORAN, Bandung - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Akhmad Syaikhu menanggapi santai klaim survei LSI Denny JA yang menyebut elektabilitas pasangan nomor urut 4, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan menembus 70 persen dan sulit untuk dikejar pasangan lain.

Akhmad Syaikhu mengaku optimistis, pasangan ASIH akronim Akhmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie mampu memenangkan Pilgub Jabar 2024.

Apalagi kata Syaikhu, masih ada waktu sekitar dua bulan yakni Oktober-November di masa kampanye, untuk mendongkrak elektabilitas sebelum pemungutan suara pada 27 November 2024 mendatang.

"In Syaa Allah (optimistis). Masih ada waktu. Walaupun dua bulang kurang, masih (mampu) untuk mengejar (elektabilitas) itu," ujar Syaikhu usai bersilaturahmi dengan Paguyuban Interaksi Antar Supir (Pintas) di Aula Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (APHI), Lapangan Gasibu Mini, Antapani, Kota Bandung, Selasa 1 Oktober 2024.

Syaikhu melanjutkan, terpenting saat ini bagi pasangan ASIH adalah melakukan sosialisasi dan kampanye mengenai program serta visi misi kepada masyarakat dari rumah ke rumah, untuk meyakinkan pemilih bahwa pasangan nomor urut 3 paling tepat dipilih guna membangun Jabar.

Seluruh kota/kabupaten di Jabar kata dia akam didatangi, untuk memuluskan tujuan pasangan ASIH dalam memenangkan Pilgub Jabar 2024.

"Biasa survei yang begitu, kita yang penting hari ini kita hari-hari kerja. Di kurang dari 60 hari ini, saya berkeliling ke kabupaten/kota dalam upaya untuk menjangkau masyarakat. Mudah-mudahan berjalan dengan usaha ini juga survei akan terus bisa semakin meningkat," ucapnya.

Keyakinan Syaikhu ini juga tidak lepas berkaca pada kontestasi Pilgub Jabar 2018 silam, dimana kala itu sejumlah lembaga survei mengunggulkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Syaikhu yang kala itu mendampingi Sudrajat, elektabilitasnya hanya berkisar di angka 10 persen.

Namun pada hasil pemungutan suara, pasangan Sudrajat-Syaikhu hampir mengejar pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, karena hanya selisih 4,14 persen.

Dimana ketika itu, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul mendapatkan 7.226.254 suara atau 32,88 persen. Kemudian disusul Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dengan raihan 6.317.465 suara atau setara dengan hitungan 28,74 persen.

Sedangkan untuk pasangan nomor urut empat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, mendapatkan suara 5.663.198 atau 25,77 persen. Terakhir, pasangan nomor urut dua, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan, mendapatkan suara 2.773.078 atau 12,62 persen.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif LSI Denny JA Toto Izul Fatah menyebut, elektabilitas pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan lebih dari 70 persen.

Hasil dari survei dengan 440 responden yang terbagi dari tujuh kabupaten/kota, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Subang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan lainnya.

Dimana margin of error sebesar 4,8 persen, dengan metode multistage random sampling tatap muka langsung kepada responden.

"Hasilnya saya kira sudah cukup menggambarkan potret potensi kemenangan pasangan nomor urut 4. Yang menarik temuan data, saya cukup kaget juga. Di basis yang tanda petik hijau, bahkan merah pun, Dedi Mulyadi sudah mengungguli jauh di angka yang kita sebut fenomenal, karena keunggulannya rata-rata 70 persen keatas," ujar Toto di Kota Bandung, Senin 30 September 2024 kemarin.

Toto melanjutkan, hanya tsunami politik yang dapat menggagalkan kemenangan pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, bila melihat hasil survei tersebut.

"Ini angka yang relatif cukup aman buat kandidat untuk menang, kecuali ada tsunami politik yang dahsyat dan saya melihat belum ada tanda-tanda ke arah sana," ucapnya.

Para kandidat lain kata dia, seperti Akhmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja dan Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina harus bekerja ekstra keras, untuk mengubah hasil tersebut bila ingin memenangkan Pilgub Jabar.

Walaupun menurutnya cukup berat, karena dengan selisih di atas 40 persen dalam waktu 1,5 bulan untuk meyakinkan masyarakat, terbilang sulit dalam membalikkan keadaan.

"(Jarak) relatif lumayan. Pak Akhmad Syaikhu elektabilitas sekitar 15 persen di satu wilayah tertentu, selebihnya di bawah 10 persen. Jeje-Ronal dan Acep-Gita rata-rata di bawah 5 persen," ungkapnya.

Toto melanjutkan, survei ini dilakukan dalam dua tahap, ada yang dimulai sejak awal September dan ada juga di medio September, 16-21 September 2024. Setelah para pasangan calon mendaftar ke KPU Jabar.  ***


Editor : Ahmad Sayuti