Tanggapi Soal Jalan Rusak di Desa Cikahuripan Lembang, Ketua Komisi III DPRD KBB: Kami akan Dorong Anggaran Perbaikan di 2026
Aksi protes warga di sejumlah RW di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menanam pohon pisang di jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki menuai sorotan banyak pihak, termasuk Komisi III DPRD Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Aksi protes warga di sejumlah RW di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menanam pohon pisang di jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki menuai sorotan banyak pihak, termasuk Komisi III DPRD Bandung Barat.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengaku sudah mendapatkan informasi tentang aksi warga yang menanam pohon pisang di jalan rusak tersebut.
"Dari informasi yang disampaikan warga, upaya perbaikan jalan kabupaten yang rusak itu sudah setiap tahun sudah diusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang)," kata Pither, Senin 15 September 2025.
"Jadi di tahun 2024 sudah diusulkan, tapi tidak ada perhatian. Kemudian, tahun 2025 ini juga diusulkan, namun tak ada perhatian," ucapnya.
Pither menyebut, hal itu disampaikan Kepala Desa Cikahuripan dan warga. Lantaran tak ada realisasi, warga pun akhirnya menanam pohon pisang di sejumlah titik di jalan kabupaten tersebut.
"Setelah menerima kabar, saya pun berinisiatif menghubungi Sekdis PUTR Pak Aan agar segera mengambil tindakan dengan mengirimkan dokumentasi kondisi jalan rusak itu," sebutnya.
"Kemudian, saya juga langsung menghubungi kepala desa, camat dan RW bahwa keluhan itu sudah diterima PUTR dan akan langsung ditindaklanjuti ke lapangan," sambungnya.
Hasil monitoring di lapangan, sambung Pither, pihak Dinas PUTR KBB melalui Kepala Bidang Jalan, Asep Indra dan konsultan sudah melakukan peninjauan ke lokasi.
"Laporan yang masuk ke saya, Kabid Jalan dan tim PUTR, serta konsultan sudah melakukan pengukuran mulai dari Kampung Pojok Tengah RW05 hingga Kampung Binahurip RW09 titik-titik jalan yang rusak," bebernya.
Selain pengukuran, lanjut Pither, tim Dinas PUTR tentunya bakal melakukan perencanaan dan perhitungan berapa biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan kabupaten sepanjang 2.100 meter atau 2,1 kilometer itu.
"Dengan adanya tim, artinya pemerintah sudah hadir, baik Komisi III dan Dinas PUTR untuk menanggapi keluhan masyarakat," imbuhnya.
Kendati demikian, terang Pither, langkah perbaikan jalan rusak itu tak semudah membalikan telapak tangan lantaran harus melalui mekanisme input anggaran.
"Kalau diajukan di perubahan ini kecil kemungkinan tidak bisa karena anggaran perubahan 2025 sekarang sedang dalam tahapan evaluasi gubernur," katanya.
Namun, tegas Pither, Komisi III DPRD KBB bakal mendoronga Dinas PUTR agar perbaikan jalan di Desa Cikahuripan bisa dianggarkan di tahun 2026.
"Jadi selain APBD tentu akan dibantu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) karena tentu membutuhkan anggaran cukup besar mengingat perbaikan harus dilakukan dengan rabat beton dan tidak bisa dihotmix," paparnya.
"Karena kontur wilayahnya kan pegunungan jadi harus rabat beton dengan ketinggian 15 cm," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Pojok Tengah RW05, Kampung Manoko RW03 dan Kampung Bunihurip RW09 Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melakukan aksi protes yang unik dan menarik perhatian.
Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dinilai acuh tak acuh.
Aksi ini dilakukan karena jalan di wilayah tersebut sudah lebih dari lima tahun tidak pernah diperbaiki. Kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang sangat membahayakan bagi pengguna kendaraan.
"Jalan ini terakhir diperbaiki pada tahun 2018. Setelah itu, tidak ada lagi perbaikan. Karena sudah sangat rusak dan berlubang di mana-mana, warga akhirnya kesal dan menanam pohon pisang," ujar Andi (60), warga Kampung Binahurip RT 2/9, Desa Cikahuripan, saat ditemui di lokasi pada Senin, 15 September 2025.
Menurut Andi, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di RW09, tetapi juga di Kampung Pojok Tengah RW 5 dan Kampung Manoko RW03.
Hal ini membuat warga dari berbagai wilayah kompak melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang.
"Sudah banyak pengendara motor yang menjadi korban akibat jalan rusak ini. Kami berharap pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi ini dan melakukan perbaikan. Kalau bisa, jalan ini dibeton agar tidak mudah rusak lagi," tegasnya.***
Editor : JakaPermana


