Firasat dan Tak Bisa Tidur, Ternyata Rumah Juju Warga Nanggung Ambruk Hingga Jatuh ke Tebingan
Entah karena firasat atau memang matanya belum mengantuk, Juju warga Kampung Nangela RT 01 RW 07 Desa dan Kecamatan Nangung pada Minggu malam kemarin tidak bisa tidur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Entah karena firasat atau memang matanya belum mengantuk, Juju warga Kampung Nangela RT 01 RW 07 Desa dan Kecamatan Nangung pada Minggu malam kemarin tidak bisa tidur.
Padahal cuaca malam itu sangat sejuk dan nikmat jika 'dibawa' tidur lebih awal karena desanya diguyur hujan deras yang disertai angin kencang.
Namun, ternyata hujan dan angin malam itu membawa petaka, tiba-tiba tembok rumahnya tidak lagi kuat menopang atap dan ambruk seketika.
Dinding kamar, ruang tamu, dapur dan kamar mandi bahkan longsor atau jatuh ke bawah tebingan, yang ada di samping rumahnya.
Malam tadi, Juju pun terpaksa mengungsi ke rumah anaknya di Kampung Cakalak RT 04 RW 06 Desa dan Kecamatan Nanggung.
"Kejadian Minggu malam kemarin, 4 rumah di Desa dan Kecamatan Nanggung, mengalami kerusakan. rumah yang rusak paling berat, adalah rumah Juju hingga ia harus menginap di rumah anaknya yang masih berada satu desa," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Muhammad Adam Hamdani kepada wartawan, Senin 15 September 2025.
Muhammad Adam Hamdani menuturkan, bencana alam di rumah Juji disebabkan faktor alam.
Yaitu karena hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dalam waktu yang cukup lama ditambah berkurangnya resapan air hujan dan kontur tanah yang labil sehingga mengakibatkan tanah longsor.
"Selain itu, ada dua unit rumah yang mengalami rusak sedang dan satu unit rumah lainnya mengalami rusak ringan. Keempat keluarga pemilik rumah rusak tersebut, untungnya tidak ada yang mengalami luka, apalagi korban jiwa," tutur Muhammad Adam Hamdani.
Ia menambahkan, rumah yang rusak ringan dan sedang, dalam tahap perbaikan serta dikerjakan secara bergotong royong dengan warga sekitar.
Adam pun mengimbau warga agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya, apabila kampungnya diguyur hujan deras dan angin kencang.
"Hal itu karena potensi atau ancaman tanah longsor susulan," imbau Adam.
Editor : Doni Ramdhani


