Viral Dulu Baru Ditangani, Pemkab Cirebon Percepat Pembangunan Rumah Kasiyati

Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan penanganan rumah milik Kasiyati (36), warga Blok Karanganyar Wetan, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber

Viral Dulu Baru Ditangani, Pemkab Cirebon Percepat Pembangunan Rumah Kasiyati
kondisi rumah Kasiyati yang tidak layak, padahal sudah belasan tahun mengajukan bantuan tidak pernah digubris. Baru setelah pemberitaan viral di medsos berjanji akan memberi bantuan Rutilahu.

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan penanganan rumah milik Kasiyati (36), warga Blok Karanganyar Wetan, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, akan dipercepat. rumah yang selama belasan tahun ditempati keluarga tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan membutuhkan pembangunan ulang secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan ringan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah skema percepatan agar pembangunan rumah Kasiyati dapat segera direalisasikan tanpa harus menunggu terlalu lama.

Menurut Hilman, salah satu opsi yang sedang ditempuh adalah menggandeng perusahaan pengembang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

rumah Bu Kasiyati menjadi prioritas. Saat ini kami sedang memformulasikan penanganan yang paling cepat, salah satunya melalui dukungan CSR dari developer yang sedang kami upayakan,” kata Hilman, Minggu 14 Juni 2026.

Selain CSR, DPKPP juga menjajaki kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan pembangunan rumah dapat direalisasikan lebih cepat dan tidak harus menunggu penganggaran reguler tahun berikutnya.

“Kami juga sedang berikhtiar dan berkoordinasi dengan Baznas agar penanganannya bisa lebih cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, DPKPP juga menyiapkan opsi melalui APBD Perubahan 2026. Jika memungkinkan, pembangunan rumah Kasiyati akan dimasukkan ke dalam daftar prioritas penanganan tahun ini.

Hilman menjelaskan, kondisi bangunan yang ditempati Kasiyati saat ini sudah tidak masuk kategori rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang hanya membutuhkan peningkatan kualitas bangunan. Menurutnya, rumah tersebut harus dibangun kembali dari nol.

“Kalau program Rutilahu itu sifatnya peningkatan kualitas dengan anggaran sekitar Rp20 juta. Sementara kondisi rumah Bu Kasiyati harus dibangun dari awal, mulai pondasi hingga menjadi rumah layak huni,” akunya.

Rencana percepatan pembangunan rumah Kasiyati mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Namun sejumlah warga berharap penanganan warga miskin tidak harus menunggu menjadi sorotan publik terlebih dahulu.

Salah seorang warga bernama Jajang  mengatakan, kondisi rumah Kasiyati sebenarnya sudah lama rusak parah. Setiap tahun keluarga itu selalu mengajukan bantuan, tapi tidak pernah mendapatkan. Baru setelah ramai diberitakan dan viral di medsos, Pemkab ramai ramai memberikan simpati.

"Kabarnya setelah ramai diberitakan dan viral di medsos, Pemkab baru turun tangan. Padahal sudah belasan tahun minta bantuan, baru sekarang setelah viral bantuan itu terealisasi," pungkas Jajang. ***


Editor : JakaPermana