179.600 UMKM Cirebon Didorong Naik Kelas, Perluas Akses Modal dan Pasar Digital
Sebanyak 179.600 UMKM Kabupaten Cirebon didorong meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses modal dan memanfaatkan pasar digital.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Sebanyak 179.600 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon didorong meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses permodalan, hingga memanfaatkan pasar digital agar mampu berkembang dan naik kelas.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang difasilitasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Cirebon bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon.
Bupati Cirebon Imron dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinkop UKM Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan mengatakan, UMKM memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian daerah.
“UMKM bukan hanya berbicara tentang angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan keluarga, kemandirian masyarakat, dan penguatan ekonomi di tingkat desa dan kecamatan,” kata Alex, Minggu (20/9/2026).
Berdasarkan data Pemkab Cirebon, terdapat 179.600 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, kerajinan, fesyen, pertanian, perikanan hingga jasa.
Namun, besarnya jumlah pelaku usaha tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan bisnis. Pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga perlu memperbaiki kemasan, melengkapi legalitas usaha dan melakukan pencatatan keuangan secara tertib.
Pemanfaatan media sosial dan marketplace juga didorong untuk memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM Kabupaten Cirebon.
“Mari kita ubah pola pikir dari sekadar bagaimana usaha saya tetap berjalan, menjadi bagaimana usaha saya bisa berkembang, naik kelas, membuka lapangan kerja, dan memiliki pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Alex menjelaskan, PKU Akbar tersebut diikuti 230 nasabah PNM dari sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon serta 20 pelaku UMKM dari wilayah timur Cirebon.
Pemkab Cirebon berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan dan pelaku usaha dapat memperkuat ekosistem UMKM, terutama dalam membuka akses permodalan, pendampingan usaha hingga memperluas pasar.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah lembaga dan instansi, di antaranya OJK Cirebon, BRI, Pegadaian, BRINS, BRI Life, PKSS, Bank Raya serta KPPN Cirebon.
Melalui penguatan kapasitas dan akses pembiayaan tersebut, produk UMKM Kabupaten Cirebon diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memperluas pemasaran hingga tingkat nasional.
“Kami berharap kolaborasi dengan lembaga keuangan dapat memperkuat akses permodalan, pendampingan, dan pemasaran agar UMKM Cirebon mampu naik kelas serta menembus pasar nasional,” pungkas Alex.
Editor : Ahmad Sayuti

