INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat
Bey Machmudin mengungkapkan, tugas utamanya ketika diamanahi menahkodai Jabar berjalan lancar.
Yakni memastikan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jabar berjalan kondusif.
Hasilnya, seperti diketahui kontestasi pesta demokrasi di Jabar dapat berjalan lancar.
"Alhamdulillah lancar. Itu tugas utama. Tugas yang lain, saya itu mengembalikan fungsi dari dinas. Kalau sekarang mereka bekerja, sudah siap," ujar Bey di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Minggu 16 Februari 2025.
Terlepas dari itu, ada
tantangan terberat selama 1,5 tahun menjabat menjadi Pj Gubernur Jabar, yang membuatnya penasaran. Yaitu masalah
sampah, utamanya di Bandung Raya yang tidak kunjung selesai.
"Yang saya masih penasaran, masalah
sampah. Enggak tuntas-tuntas. Karena
sampah itu kan harus bersama. Disiplin harus bersama. Tidak hanya mengharapkan pemerintah, tapi masyarakat harus ikut serta. Pemilahan harus dari rumah segala macam," kata dia.
Soal pelaksanaan PPDB 2024 yang sempat menimbulkan pro dan kontra, Bey mengaku apa yang dilakukannya hanya berupaya menegakkan aturan. Dimana hal yang bertentangan dengan aturan, seperti manipulasi domisili dan lain-lain harus dijegal.
"Saya tidak tegas, hanya menegakkan aturan. Jadi kalau kita buat aturan untuk dilanggar, enggak usah bikin aturan. Saya seperti itu. Aturan yang kita buat untuk kita sepakati, hormati, patuhi. Makanya udah cukup segitu aja. Selama ini kita tidak menegakkan aturan," ungkapnya.
Sementara mengenai rencana Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi, yang akan melibatkannya sebagai penasehat dalam membangun Jabar.
"Saya serahkan, tapi kalau untuk Jabar saya bersedia. Kalau bisa saya bantu, saya bantu. Tapi saya tidak akan intervensi ke dinas. Saya sudah di luar. Saya agak kaku, kalau diminta saya akan berikan pendapat. Kalau enggak ya enggak. Tapi sebisa mungkin saya bisa bantu, saya bantu," tandasnya.