Target 4.683 Dapur MBG di Jabar Baru Separuh Beroperasi, Pemprov Minta Maaf soal Kasus Keracunan

Pemerintah menargetkan pembangunan 4.683 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat. Namun hingga kini, jumlah yang benar-benar beroperasi baru separuhnya.

Target 4.683 Dapur MBG di Jabar Baru Separuh Beroperasi, Pemprov Minta Maaf soal Kasus Keracunan
Pemerintah menargetkan pembangunan 4.683 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat. Namun hingga kini, jumlah yang benar-benar beroperasi baru separuhnya.

INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah menargetkan pembangunan 4.683 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat. Namun hingga kini, jumlah yang benar-benar beroperasi baru separuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar Herman Suryatman mengungkapkan, dari total target, baru 2.027 dapur SPPG yang aktif melayani masyarakat. Sementara penerima manfaat program MBG saat ini tercatat mencapai 6,6 juta orang.

“Target Jawa Barat 4.683 SPPG. Yang sudah ada (beroperasi) 2.027 SPPG, dengan penerima manfaat MBG 6.602.000 orang,” ujar Herman, Senin 22 September 2025.

Meski ditanya lebih detail soal sasaran penerima dan pola pengawasan di lapangan, Herman belum memberikan penjelasan. Namun ia menegaskan, program MBG memang masih membutuhkan perbaikan, khususnya pada aspek manajerial.

Untuk itu, Pemprov Jabar menugaskan Dinas Sosial berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, petugas Badan Gizi Nasional (BGN), serta penyedia makanan MBG agar pengelolaan dapur lebih optimal.

“Kami sudah tugaskan juga dinas sosial untuk kordinasi dengan kabupaten/kota dan petugas BGN, SPPG untuk manajemen pengelolaan dapur di lapangan bisa optimal. Itu kan ada perencanaan pelaksanaan evaluasi harus manageable,” ucap Herman.

Ia menegaskan, aspek kesehatan dan kebersihan menjadi prioritas. SOP dari BGN pun disebut sudah tegas, tinggal dikawal agar benar-benar dijalankan di lapangan.

“Intinya makanan harus higienis, pengelolaan harus manajebel, perencanaan harus mantap. Yang akan disajikan apa, siapa yang memasak, bagaimana mengelolanya, semua harus jelas. SOP sebenarnya sudah tegas dari BGN, tinggal dikawal dan dilaksanakan di lapangan,” kata Herman.

Meski menilai MBG sebagai program nasional yang sangat baik, Herman tak menutup mata bahwa kasus keracunan massal yang sempat terjadi harus menjadi evaluasi serius. Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terdampak.

“Ini program bagus tapi tentu tak ada gading yang tak retak. Ini harus dikawal dengan baik, program prioritas nasional. Kalaupun ada kejadian kami Pemprov Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kami ikut tanggung jawab, kami mohon maaf,” tutur Herman.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebut potensi anggaran program MBG yang mengalir ke Jabar mencapai Rp50 triliun. Jumlah itu bahkan lebih besar dibanding APBD Jabar yang hanya berada di kisaran Rp31-33 triliun.

“Jika dihitung, uang badan gizi yang akan mengalir ke Jawa Barat kurang lebih Rp50 triliun. Jauh lebih besar dibandingkan APBD provinsinya. Tapi ini adalah satu potensi yang luar biasa,” ungkap Dadan di Kampus Poltekpar NHI Bandung, Rabu (18/6/2025) lalu.

Dadan menjelaskan, alokasi anggaran sebesar itu disiapkan untuk melayani kelompok sasaran yang sangat besar, mulai dari 12 juta siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Dengan besarnya sasaran, BGN menargetkan pembangunan 5.000 dapur SPPG di Jabar. Setiap dapur diperkirakan menelan biaya Rp10 miliar.

“Jadi ada sekitar 12 juta siswa, belum ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Sehingga di Jawa Barat itu harus ada kurang lebih 5.000 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi,” jelasnya.

“Kami akan kejar untuk bisa mencapai 5.000 di akhir November. Dan saya kira ini membutuhkan kerjasama yang intens berbagai pihak. Setelah ini saya akan ke Gedung Sate untuk bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat agar percepatan bisa terjadi,” tambah Dadan.***


Editor : JakaPermana