Wali Kota Bandung Respon Penolakan Warga Batununggal terhadap Dapur Makan Bergizi Gratis
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menanggapi aksi penolakan warga, terhadap rencana operasional dapur makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Parakan Indah Raya Nomor 4, RT 04/02, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menanggapi aksi penolakan warga, terhadap rencana operasional dapur makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Parakan Indah Raya Nomor 4, RT 04/02, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul.
Sejumlah warga sebelumnya menggelar aksi penolakan pada Minggu 9 November 2025 sore. Mereka menilai, keberadaan Dapur mbg berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan di sekitar permukiman.
Farhan menegaskan, program MBG merupakan program nasional yang harus dijaga dan dijalankan dengan baik. Namun, pelaksanaannya tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat sekitar.
“Program MBG ini baik dan wajib kita dukung. Tapi tentu saja harus disesuaikan dengan situasi warga di lapangan. Kami akan berkoordinasi agar pelaksanaannya berjalan dengan baik,” kata Farhan pada Senin 10 November 2025.
Ia menambahkan, pihaknya akan memperkuat komunikasi dengan warga agar persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah. “Kami pernah menghadapi kasus serupa di Turangga, dan bisa diselesaikan dengan baik. Harapannya, di Batununggal pun demikian,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyampaikan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan satuan tugas terkait untuk memastikan pengawasan dapur MBG berjalan optimal.
“Memang ada beberapa catatan terkait pengelolaan yang belum sempurna. Ini akan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang,” kata Iskandar Zulkarnain.
Ia menjelaskan, pemerintah kota telah menugaskan satuan tugas khusus untuk mengawasi pengelolaan sampah di fasilitas seperti dapur umum.
“Satgas bersama dinas terkait seperti Dinkes, Disdik dan DLH akan turun langsung memantau prosesnya. Sampah dari dapur seperti ini umumnya organik, jadi harus dikelola dengan cara khusus tidak boleh sembarangan,” ucapnya.
Iskandar menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi proses mediasi antara warga dan pengelola MBG dalam waktu dekat.
“Hari ini mediasi akan dilakukan, dan kami masih menunggu laporan hasilnya dari pihak kewilayahan. Harapannya semua pihak bisa duduk bersama untuk mencari solusi, termasuk soal pengelolaan sampah dan perbaikan proses produksi di dapur MBG,” ujar dia.
Editor : Ahmad Sayuti

