Taro Gandeng Pokemon, Bandung Jadi Magnet Perburuan Stiker dan Kartu Koleksi
atmosfer perburuan koleksi Pokemon terasa semakin hidup, lewat kolaborasi dengan Taro, yang menghadirkan pengalaman interaktif bertajuk “Brewek Taronya,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung kembali menjadi panggung aktivitas komunitas kreatif dan budaya pop. Kali ini, atmosfer perburuan koleksi Pokemon terasa semakin hidup, lewat kolaborasi dengan Taro, yang menghadirkan pengalaman interaktif bertajuk “brewek Taronya, Tangkap Pokemonnya” di Trans Studio Mall Bandung, 23 Mei 2026 lalu.
Tak sekadar promosi produk, kolaborasi ini menyasar fenomena budaya koleksi yang terus berkembang di berbagai generasi. Taro memanfaatkan momentum besarnya komunitas Pokemon, dengan menggabungkan pengalaman membuka kemasan camilan yang identik dengan rasa penasaran, dengan aktivitas berburu item koleksi.
Dalam program ini, Taro menyisipkan 16 desain stiker Pokemon eksklusif yang tersebar secara acak di kemasan bertanda khusus. Pengalaman “brewek” menjadi inti aktivitas, karena setiap pembukaan kemasan menyimpan kemungkinan menemukan karakter favorit.
Bandung dipilih, setelah gelaran serupa memperoleh respons positif di Jakarta dan Surabaya. Kota ini dinilai memiliki kultur komunitas yang aktif sekaligus kuat dalam tren gaya hidup kreatif, menjadikannya pasar potensial bagi kolaborasi berbasis pengalaman.
Senior Brand Manager Taro, Dwiki Akbar mengatakan, kolaborasi tersebut lahir dari kesamaan semangat yang dimiliki kedua pihak, yakni eksplorasi tanpa batas.
“Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap pengalaman mengoleksi dan aktivitas interaktif terus berkembang di berbagai kota, termasuk Bandung yang memiliki kultur komunitas dan gaya hidup kreatif yang kuat. Kami ingin menghadirkan keseruan yang sama bagi masyarakat Bandung, melalui pengalaman ‘brewek’ yang menyenangkan dan relevan lintas generasi,” ujar Dwiki melalui keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Rangkaian acara di Bandung dikemas dengan berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat mengikuti brewek massal untuk berburu stiker Pokemon, berinteraksi langsung dengan Pikachu dalam sesi meet and greet, hingga memperoleh kartu Pokemon dan produk khusus secara cuma-cuma.
Acara ini juga diramaikan sejumlah figur penggemar Pokemon yang cukup dikenal di komunitas, seperti Dwi Hartono Wongso (@hyperpotatoes), Punipun, Tara & Gema, serta Roby Kazuya.
Bagi kalangan kolektor, sensasi kejutan menjadi alasan utama kolaborasi ini menarik perhatian. Hal tersebut disampaikan Pokemon enthusiast, Dwi Hartono Wongso yang melihat antusiasme publik terus tumbuh sejak pelaksanaan di kota pertama.
“Melihat langsung antusiasme pengunjung mulai dari Jakarta, Surabaya hingga Bandung benar-benar luar biasa, terutama dari komunitas dan para kolektor yang datang. Menurut saya, ini menunjukkan bahwa Pokemon bukan hanya soal karakter, tapi juga pengalaman mengoleksi dan kebersamaan. Kolaborasi Taro dan Pokemon ini jadi menarik karena menghadirkan sensasi ‘brewek’ yang bikin penasaran. Kita tidak pernah tahu kartu atau stiker apa yang akan didapat. Ini yang membuat pengalaman koleksi terasa seperti petualangan dan semakin seru untuk diikuti,” ungkapnya.
Tak berhenti pada kegiatan di lokasi acara, Taro juga membuka partisipasi publik secara nasional melalui program koleksi digital. Konsumen cukup mengumpulkan lima stiker Taro Pokemon bertanda khusus, lalu mengunggahnya melalui platform resmi untuk memperoleh Poke Ball virtual.
Poke Ball tersebut nantinya dapat ditukarkan dengan beragam hadiah, mulai dari Taro Promo Card, kartu Pokemon TCG, hingga merchandise edisi khusus Pokémon berupa tumbler, tote bag, dan lunchbox. Bahkan, peserta berkesempatan memenangkan hadiah utama berupa perjalanan ke Jepang untuk lima orang beruntung.
Lewat kolaborasi ini, Taro tampak ingin mempertahankan relevansinya di tengah perubahan generasi konsumen. Menggabungkan kekuatan nostalgia dengan tren koleksi modern, Taro mencoba menghadirkan pengalaman yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkuat interaksi antarkomunitas dan keluarga. ***
Editor : JakaPermana


