Tasikmalaya Jadi Sorotan, Ratusan Koperasi Merah Putih Dibangun untuk Perkuat Ekonomi

Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu daerah yang ambil bagian dalam peluncuran serentak operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

Tasikmalaya Jadi Sorotan, Ratusan Koperasi Merah Putih Dibangun untuk Perkuat Ekonomi

INILAHKORAN.ID - Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu daerah yang ambil bagian dalam peluncuran serentak operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar pemerintah pusat, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui video conference bersama Presiden RI Prabowo Subianto yang memusatkan agenda nasional di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Di Tasikmalaya, peluncuran berlangsung di Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, dan dihadiri jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat.

Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu strategi nasional pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Secara nasional, pemerintah mencatat sebanyak 7.200 bangunan fisik koperasi telah rampung dibangun. Dari jumlah tersebut, 1.061 unit ditetapkan sebagai angkatan pertama atau wave 1 yang mulai beroperasi serentak, termasuk koperasi di Desa Mangunreja.

Sementara itu, sekitar 25 ribu unit lainnya masih dalam tahap pembangunan intensif dengan target total 30 ribu koperasi desa dan kelurahan selesai pada momentum Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 mendatang.

Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim mengatakan, Tasikmalaya menjadi salah satu daerah yang aktif mendukung percepatan pembangunan koperasi tersebut. Ditargetkan 298 koperasi desa merah putih bisa berdiri di Tasikmalaya.

“Untuk Kota Tasikmalaya saat ini sedang dibangun 15 koperasi, sedangkan Kabupaten Tasikmalaya ada 281 unit. Jadi total ada 302 koperasi yang sedang dibangun. Yang sudah jadi ada 61, ” ujarnya.

Imvan menegaskan, Koperasi yang diresmikan bukan sekadar bangunan, melainkan ekosistem bisnis desa yang lengkap.

​"Fasilitasnya sangat siap, mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan barang yang layak, gerai usaha, hingga perlengkapan operasional. Koperasi bisa langsung bertransaksi melayani warga sejak hari pertama. Bahkan gedung ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat atau disewakan untuk resepsi pernikahan. Ini tentu akan menjadi sumber income tambahan yang menguntungkan bagi Koperasi Desa," ujar Letkol Czi M. Imvan Ibrahim.

Ia menambahkan, dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat dinilai cukup positif sehingga diharapkan mampu mempercepat realisasi program nasional tersebut. Invan berharap koperasi desa merah putih bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Harapannya tentu bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Prinsip koperasi itu dari anggota untuk anggota, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi menyebut pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, termasuk dalam penyediaan lahan dan kebutuhan logistik penunjang pembangunan koperasi.

Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih diyakini akan memunculkan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

“Setelah ada koperasi akan terjadi transaksi ekonomi yang masif. Selain lebih dekat ke masyarakat, harga juga lebih terkendali. Koperasi nantinya bisa menjadi distributor sekaligus pembeli hasil masyarakat,” ucapnya.

Asep juga menyinggung sejarah panjang koperasi di Tasikmalaya. Ia menyebut daerah tersebut memiliki nilai historis penting karena menjadi lokasi Kongres Koperasi Indonesia pertama pada 12 Juli 1947, yang melahirkan Hari Koperasi Indonesia serta organisasi koperasi nasional SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia).

Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Desa Mangunreja, Cecep Rahmat Hidayat mengaku optimistis koperasi yang dipimpinnya dapat berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.

“Kami akan berkolaborasi dengan kelompok tani, pelaku usaha pangan, hingga distributor agar masyarakat mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Saat ini, jumlah anggota koperasi di Desa Mangunreja telah mencapai 250 orang dan terus bertambah. Cecep menargetkan setidaknya separuh dari sekitar 10 ribu warga desa dapat bergabung menjadi anggota koperasi di masa mendatang.

Ia juga memastikan struktur pengurus koperasi di Desa Mangunreja diisi oleh sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang perkoperasian sehingga diyakini mampu menjalankan koperasi secara profesional.


Editor : Ahmad Sayuti