Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Doanya

Sholat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada saat dhuha atau ketika matahati naik setinggi tombak sampai sebelum masuk waktu shala

Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Doanya
Ilustrasi tata cara sholat Dhuha

INILAHKORAN, Bandung - Sholat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada saat dhuha atau ketika matahati naik setinggi tombak sampai sebelum masuk waktu sholat dzuhur. Apabila diukur dengan waktu, perkiraan sholat dhuha dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15 menit sebelum masuk dhuhur.

Umat muslim dianjurkan untuk menunaikan sholat sunnah ini, karena banyak keistimewaan di dalamnya. Salah satunya menggantikan kewajiban sedekah untuk semua persendian. Anjuran shalat dhuha ini diwasiatkan oleh Nabi Muhammad SAW lewat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim. Berikut sabda Rasulullah mengenai shalat dhuha:

أَوْصاني خليلي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بثلاثٍ: صيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وركعتي الضُّحى، وأنْ أُوتِرَ قبل أن أرقُدَ

Baca Juga: Sudah Tahu Belum? Ini Bacaan Doa di Pagi Hari Supaya Rizki Berlimpah

Artinya: “Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku utiga perkara: puasa tiga hari di setiap bulan, dua raka’at shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat shalat dhuha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku menyengaja sholat sunah duha dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah SWT

Setelah melafalkan niat, iftitah dan membaca surah Al-Fatihah, sebaiknya diteruskan dengan membaca surah Asy-Syams. Kemudian pada rakaat kedua dianjurkan untuk membaca surah Adh-Dhuha. Tata cara gerakan shalatnya sama dengan shalat fardu lima waktu.

Baca Juga: Baca Doa Ini Sebelum Tidur, Ustadz Syafiq Riza Basalamah: Semua Dosa Diampuni

Doa sesudah shalat dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ 

Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."***


Editor : inilahkoran