Teka-teki Kematian Misterius Tangmo Nida, Artis Thailand yang Ditemukan Tewas di Sungai Chao Phraya
Teka-teki kematian misterius Tangmo Nida, artis Thailand yang ditemukan tewas di Sungai Chao Phraya masih menjadi perhatian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kasus kematian artis Thailand, Tangmo Nida Patcharaveerapong hingga kini masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.
Lebih dari seminggu sejak kematian Tangmo Nida, polisi masih berusaha mengungkap apa yang sebenarnya terjadi tanpa mengesampingkan kemungkinan lain.
"Kami tidak mengesampingkan kemungkinan penyebab kematiannya," kata kepala penyidik Jirapat Phumjit dikutip Inilahkoran dari Bangkok Post, Jumat 4 Maret 2022.
Polisi yang menangani kasus kematian misterius ini tengah menyelidiki apakah aktris berusia 37 tahun itu secara tidak sengaja jatuh dari speedboat dan tenggelam di Sungai Chao Phraya pada 24 Februari malam atau kematiannya terjadi akibat kelalaian lima orang yang juga ada di dalam speedboat.
Letjen Pol Jirapat, yang memimpin Kepolisian Daerah Provinsi 1, mengatakan penyelidik tidak akan ragu untuk mendakwa mereka jika mereka memiliki bukti kuat untuk mendukung tuduhan baru.
Sejauh ini, polisi telah mengajukan tuntutan terhadap dua orang yang ada di speedboat tersebut, di antaranya pemilik speedboat, Tanupat Lerttaweewit dan Robert Phaiboon Trikanjananun orang yang mengendarai speedboat.
Baca Juga: Wi Ha Joon Dikonfirmasi Positif Covid-19, Syuting 'K Project' Dihentikan Sementara Waktu
Kedua pria itu didakwa atas dua tuduhan, yakni mengoperasikan kapal yang tidak sah dan kedua atas kelalaian yang lebih serius hingga menyebabkan kematian seseorang.
Tiga orang lainnya yang ada di kapal itu adalah Gatick Idsarin yang merupakan manajer pribadi Tangmo, dua orang teman Tangmo yakni Sand Wisapat dan Nitas Kiratisoothisathorn.
Salah satu rekan Tangmo, Wisapat mengatakan saat itu Tangmo pergi ke bagian belakang perahu untuk buang air kecil.
Baca Juga: 80 WNI Berhasil Dipulangkan dari Ukraina Ke Tanah Air
Wisapat mengatakan bahwa saat dia sedang melihat ponselnya, Tangmo terlihat tengah memegangi kakinya di bagian belakang perahu sebelum tergelincir ke sungai.
Akan tetapi, polisi belum bisa mengkonfirmasi kebenaran dari pernyataan Wisapat tersebut, terlebih rekan-rekan lainnya mengatakan bahwa mereka tidak melihat Tangmo berjalan ke ujung kapal.
Sementara itu pada Rabu 2 Maret polisi telah melakukan reka ulang dan waktu kejadian untuk mengetahui apakah sesuai dengan keterangan keempat sahabat dan saksi lainnya.***
Editor : inilahkoran


