Terinspirasi Marathon, SMPN 5 Cipongkor Hadirkan Program Readathon untuk Tingkatkan Membaca
SMPN 5 Cipongkor, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadirkan sebuah program literasi membaca yang disebut Readathon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Memasuki tahun keempat pelaksanaan program Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB), SMPN 5 Cipongkor, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadirkan sebuah program literasi membaca yang disebut Readathon.
Readathon merupakan istilah untuk kegiatan membaca buku bersama-sama dalam waktu tertentu tanpa berhenti dengan teknik membaca senyap.
Guru SMPN 5 Cipongkor, Dini Anora menjelaskan, Readathon berasal dari dua kata yaitu read dan marathon. Menurutnya, kegiatan Readathon memang terinspirasi dari lomba lari marathon yang memiliki jarak sekitar 42.195 km.
"Kegiatan Readathon ini kali pertama dilakukan dalam TMBB tahun ini dan diikuti seluruh siswa, guru serta seluruh staf SMPN 5 Cipongkor," jelasnya.
Ia menuturkan, pembacaan dilaksanakan pada pagi hari sebelum dimulainya kegiatan pembelajaran.
"Peserta diwajibkan membaca satu buku yang tersedia di perpustakaan selama kurang lebih 30 menit," tuturnya.
Kemudian, sambung dia, peserta diminta untuk menuliskan identitas buku yang dibacanya dalam kertas berbentuk daun untuk nantinya akan ditempel ke dalam Pohon Geulis (Gerakan untuk literasi sekolah) yang sebagian sudah tersedia di ruang kelas masing-masing, sebagai bentuk pengembangan motivasi jumlah bacaan peserta.
"Kami Pohon Geulis yang ada di sekolah kami akan tumbuh subur. Meskipun kami menyadari, keterbatasan jumlah buku bacaan yang tersedia di perpustakaan kami masih menjadi kendala," bebernya.
Ia menerangkan, tahun ini adalah tahun keempat SMPN 5 Cipongkor menjadi peserta TMBB, yang merupakan kegiatan unggulan dalam literasi di KBB.
Kendati demikian, kegiatan TMBB tahun ini terasa berbeda lantaran ada sejumlah pembimbing yang baru kali pertama melaksanakan sebagai peserta, sebab guru pembimbing sebelumnya mutasi ke sekolah lain.
"Untuk itu kami benar-benar memulai kembali dari nol dengan bekal pemahaman prosedur dari tahun sebelumnya dan salah satu guru dari sekolah kami mengikuti bimtek sosialisasi pelaksanaan kegiatan tersebut beberapa waktu lalu," terangnya.
Ia menyebut, langkah pertama yang pihaknya lakukan untuk memulai kegiatan TMBB adalah memperkenalkan kepada siswa terutama kelas VII tentang materi kegiatan ini, lalu melakukan rekruitmen siswa sebagai peserta TMBB.
"Langkah bahagia kami ketika melihat antusiasme siswa yang sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan ini, dan pada akhirnya kami mendapatkan 20 siswa untuk empat guru pembimbing, masing-masing guru membimbing lima siswa," sebutnya.
Berdasarkan sosialisasi TMBB V yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 7 sampai 9 September 2022 di Grand Hotel Takashimaya, Lembang, ada beberapa rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan, salah satu diantaranya adalah melaksanakan kegiatan membaca sebanyak dua kali dalam satu periode tantangan.
Salah satu peserta Readathon kelas VII B, Tasya mengaku, kegiatan tersebut dinilai memberikan suasana yang berbeda, apalagi bagi siswa kelas VII.
“Seru sekali bisa membaca secara bersama-sama dengan teman-teman lainnya di lapangan seperti ini,” ungkapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, kebiasaan membaca di KBB belum mengakar kuat dalam masyarakat. Guna membiasakan diri untuk membaca, Bupati Bandung Barat mengeluarkan program literasi, salah satunya yakni Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB).
Program TMBB ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan literasi para peserta (Siswa/Guru/KS) melalui kegiatan membaca, merevisi, menulis dan menulis.
Dengan kegiatan TMBB ini diharapkan lahir generasi literat yang berbudi dan berakhlak mulia. Dengan membaca akan tumbuh lima unsur yang erat dengan profesionalisme para pendidik, antara lain value, attitude, habits, skills dan pengetahuan.***(agus satia negara).
Editor : Ahmad Sayuti

