Terminal Bubulak Mulai Ditangani, Begini Langkah Awal Pemkot Bogor
Pemkot Bogor akhirnya mulai menangani infrastruktur Terminal Bubulak yang mengalami kerusakan, penanganan itu dilakukan dengan menambal lubang-lubang jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemkot Bogor akhirnya mulai menangani infrastruktur Terminal Bubulak yang mengalami kerusakan, penanganan itu dilakukan dengan menambal lubang-lubang jalan.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, sebetulnya Pemkot Bogor merencanakan untuk mulai menangani secara keseluruhan terhadap Terminal Bubulak yang tergolong terminal tipe C tersebut.
"Saat ini atau tahap pertama dimulai dari pembenahan dan pemadatan aspal di Terminal Bubulak. Namun untuk pengaspalan secara keseluruhan baru dilaksanakan setelah adanya cold mailing pada Maret mendatang," ungkap Dedie, Minggu 21 Januari 2024.
Dedie memaparkan, dengan demikian Terminal Bubulak yang memiliki luasan sekitar 1,1 haktare itu tidak mungkin pengaspalan dengan menggunakan alat konvensional atau sederhana.
"Nah, kebetulan alat ini (cold mailing) akan tiba di bulan Maret. Jadi di tahap pertama dilakukan pemadatan, penanganan sementara. Setelah alatnya datang di bulan Maret kami mengaspal secara bertahap," paparnya.
Dedie menegaskan, penanganan Terminal Bubulak memang sudah direncanakan termasuk anggarannya. Hanya saja di tahun anggaran kemarin banyak refocusing atau pemotongan anggaran, apalagi di tahun 2024 anggaran cadangan dialokasikan ke Pemilu 2024.
"Jadi memang ini sedang berproses. Mohon masyarakat bersabar. Tetapi Pemkot Bogor sudah memikirkan opsi. Pertama tadi pengaspalan, sekarang pemadatan, dan pengaspalan secara menyeluruh," tegasnya.
Dedie membeberkan, ada wacana untuk optimalisasi Terminal Bubulak. Sebab, terminal ini berada di lintasan cukup strategis dan juga di Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sudah direncanakan sebagai park and ride atau area parkir kendaraan, termasuk dibangun beberapa fasilitas penunjang lainnya.
"Optimalisasi Terminal Bubulak, dimungkinkan bisa dengan menggandeng pihak ketiga dengan skema Build Operate Transfer (BOT). Kemungkinan bisa juga di BOT-kan ke pihak ketiga karena sangat memungkinkan ditingkatkan nilainya. Apalagi aset yang sedemikian besar ini kalau tidak memberikan banyak terhadap kontribusi pendapatan daerah, sayang juga. Ini yang sedang dimatangkan kajiannya dan nanti akan dirilis ke publik terkait rencana besarnya," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina menambahkan, penambalan lubang-lubang jalan di area terminal ini menggunakan meterial bongkaran aspal yang dimanfaatkan kembali.
"Kami beberapa hari lalu mengumpulkan sisa kerukan aspal dari kegiatan pemeliharaan jalan di Kota Bogor, ada yang dimintakan dari AMP. Hari ini 50 kubik dulu untuk kubangan-kubangan lalu dipadatkan," ungkapnya.
Rena juga menuturkan, kegiatan ini bentuk dukungan instansinya terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) untuk penanganan tahap pertama sambil menunggu datangnya cold mailing.
"Terminal ini tetap harus berjalan, aktivitas ada, minimal layak untuk dilintasi oleh bus-bus. Jadi kami support untuk penanganan sementara jalan, sampai nanti Dishub yang penanganan realnya seperti apa. Apakah nanti dicor," pungkasnya. (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

