Terminal Kota Bandung Butuh Posko Dinsos untuk Penumpang Terlantar Saat Libur Panjang
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung diharapkan bisa menghadirkan posko di terminal untuk menangani penumpang dengan kondisi terlantar. Terutama pada momen hari besar keagamaan, dan libur panjang seperti Natal Tahun Baru (Nataru) serta Idul Fitri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung diharapkan bisa menghadirkan posko di terminal untuk menangani penumpang dengan kondisi terlantar. Terutama pada momen hari besar keagamaan, dan libur panjang seperti Natal Tahun Baru (Nataru) serta Idul Fitri.
Kehadiran posko tersebut dianggap penting untuk memberikan bantuan yang lebih terstruktur bagi penumpang yang mengalami kesulitan seperti kehabisan ongkos, kehilangan barang atau gagal melanjutkan perjalanan.
Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung Asep Supriadi mengatakan, penumpang terlantar khususnya yang hendak melakukan perjalanan jarak jauh. Hematnya, mendapatkan penanganan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung.
“Penumpang dengan kondisi terlantar, khususnya untuk perjalanan jarak jauh idealnya memang diarahkan ke Dinas Sosial agar penanganannya lebih komprehensif,” kata Asep Supriadi, Jumat 26 Desember 2025.
Menurutnya, selama ini bantuan yang diberikan pihak terminal maupun perusahaan otobus (PO) bus lebih bersifat sukarela. Namun, bantuan tersebut memiliki keterbatasan karena PO bus merupakan perusahaan swasta yang tidak memiliki kewenangan khusus dalam penanganan masalah sosial.
“Kami mengimbau seandainya untuk perjalanan jarak jauh, sebaiknya diarahkan ke Dinas Sosial. Bantuan dari PO atau petugas terminal, dan paguyuban warga itu sifatnya sumbangan,” ucapnya.
Ia menekankan, peran aktif Dinsos Kota Bandung sangat dibutuhkan. Terutama saat libur panjang, dan hari besar keagamaan ketika jumlah penumpang terlantar cenderung meningkat.
“Seharusnya memang ini menjadi ranah Dinsos. Idealnya ada posko Dinsos di terminal pada momen-momen hari besar seperti Nataru dan Idulfitri, karena memang banyak penumpang terlantar. Sementara PO bus kan swasta. Contohnya hari ini saja, ada satu keluarga berjumlah lima orang terlantar dengan tujuan Surabaya,” ujar dia.
Editor : Doni Ramdhani

