Ternyata, Selain Sukabumi, Dua Warga Tasikmalaya Jadi Korban Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet

Ternyata, selain warga Sukabumi, ada pula warga Tasikmalaya yang jadi korban Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ternyata, Selain Sukabumi, Dua Warga Tasikmalaya Jadi Korban Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet
Prosesi pemakaman kembali korban dukun pengganda uang Mbah Slamet di Banjarnegara. Diketahui, dua dari 12 korban berasal dari Tasikmalaya.

INILAHKORAN, Banjarnegara – Ternyata, selain warga sukabumi, ada pula warga tasikmalaya yang jadi korban mbah slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Jika hanya ada satu korban mbah slamet, dukun pengganda uang, yang berasal dari sukabumi, maka dari tasikmalaya ada dua orang. Keduanya, seperti juga PO (53), warga sukabumi, juga dikubur mbah slamet di sekitar rumahnya.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi mengatakan dari 12 korban mbah slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara, semuanya merupakan warga luar Jawa Tengah.

Adapun korban-korban mbah slamet, dukun pengganda uang itu, menurutnya, berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta, Jakarta, Palembang (Sumatera Selatan), dan tasikmalaya (Jawa Barat).

“Jumlah korban hingga kini ada 12 orang. Beberapa di antaranya merupakan 1 warga Gunungkidul, 2 warga tasikmalaya, 2 warga Jakarta, 2 warga Palembang, dan 2 warga Yogyakarta,” jelas Ahmad Luthfi, Rabu 5 April 2023.

Menurut Kapolda, identitas para korban itu diketahui menurut keterangan dari pelaku. Saat ini, Polda Jateng juga telah membentuk tim Disaster Victim Investigation (DVI) untuk mengungkap secara pasti identitas para korban.

Kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh TH alias mbah slamet itu terungkap berkat laporan GE yang merupakan anak salah seorang korban berinisial PO (53), warga sukabumi, Jawa Barat, pada 27 Maret 2023.

Laporan tersebut didasari atas pesan yang dikirimkan korban melalui WhatsApp kepada anaknya yang lain, yakni SL (adik dari GE) pada 24 Maret 2023 yang mengabarkan jika PO sedang di rumah mbah slamet.

Selain itu, PO juga berpesan jika sampai hari Minggu, 26 Maret 2023, dirinya tidak pulang, SL dan GE diminta untuk datang ke rumah mbah slamet dengan didampingi aparat kepolisian.

Atas dasar laporan GE, petugas Satreskrim Polres Banjarnegara segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan jasad PO terkubur di jalan setapak yang menuju hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, pada Sabtu, 1 April 2023.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, PO dibunuh oleh mbah slamet dengan cara diberi minuman yang telah dicampur potas (potassium sianida). Hal itu dilakukan karena mbah slamet kesal ditagih terus-menerus oleh korban.

Dalam hal ini, tersangka mbah slamet menjanjikan akan melipatgandakan uang sebesar Rp70 juta yang disetorkan PO menjadi Rp5 miliar.***


Editor : Zulfirman