Terungkap, Penyerangan Dokter Gigi Di Bandung Karena Hal Ini

Polisi menggelar rekontruksi penganiayaan yang dilakukan Samuel Sunarya, terhadap seorang dokter gigi bernama Vissi El Alexandra, di Mapolrestabes Bandung, Kamis (26/10/2023).

Terungkap, Penyerangan Dokter Gigi Di Bandung Karena Hal Ini

INILAHKORAN, bandung - polisi menggelar rekontruksi penganiayaan yang dilakukan Samuel Sunarya, terhadap seorang dokter gigi bernama Vissi El Alexandra, di Mapolrestabes bandung, Kamis (26/10/2023).

Dalam rekontruksi itu, korban Vissy turut hadir, namun ia tidak turut dalam rekontruksi. Ia terlihat didampingi seorang wanita lainnya, bersembunyi menggunakan masker, di balik para petugas polisi berseragam.

Sementara pelaku Samuel, terlihat melakukan beberapa adegan, dalam rekontruksi tersebut. Pada saat rekontruksi, Samuel menjelaskan ap yang terjadi di lokasi kejadian, seingat dirinya.

Samuel nampak cukup fasih menceritakan adegan demi adegan. Hanya beberapa ia yang lupa, saat ia mengguruduk tempat kerja Vissy, di kawasan pertokoan Paskal Kota bandung, beberapa waktu lalu.

"Dia (Vissi) yang share live location ke saya katanya 'Ini lokasi gua, kalau lebih dari sejam saya tunggu lu pengecut'. Saya dateng karena tantangan dan karena laki-laki aja ditantangin gimana.," kata Samuel kepada penyidik.

Itu menjadi awal mula, yang meniatkan Samuel, untuk mengguruduk tempat praktek Vissy. Singkat cerita setibanya di tempat Vissy, Samuel bertemu dengan Vissy.

Setelah mereka terlibat cekcok. Samuel pun mengeluarkan pisau yang dibawanya, untuk menakuti Vissi. Namun demikian, kata Samuel, Vissi ternyata tidak gentar dan malah semakin mendekatinya.

Samuel mengaku tak punya niat untuk melukai Vissi meskipun sudah membawa pisau. Keributan berlanjut di teras tempat kerja Vissy.

Ketika cekcok, sambung Samuel, tiba-tiba Vissi memukulnya berulangkali ke bagian wajah. Kacamata yang dikenakan Samuel sampai terpental.

"Yang pertama (pukulan) kena telinga, kena daerah mata kiri, mata kanan, kepala lah semuanya. Random ke kepala bahkan sampai kacamata saya jatuh ke lantai dan dia remukin kacamatanya," ujar dia.

Menerima pukulan itu, Samuel lalu memasukkan pisau yang telah dibawanya ke jaket dan langsung memukul balik Vissi pada bagian kepala menggunakan tangan kosong. Dengan demikian, Samuel menegaskan tak ada penusukan yang dilakukan terhadap Vissi. Dia pun mengaku tak sekuat tenaga memukul Vissi.

"Berkali-kali baru saya taruh pisau yang memang sudah posisi di dalam itu, ke kantong celana atau ke jaket. Saya pukul lalu ke arah kepala kiri dengan tangan kosong, satu kali," kita dia.

Usai memukul Vissi, sambung Samuel, tiba-tiba datang seorang pria yang langsung memukulnya sampai terpental. Samuel tak balik membalas pukulan pria itu. Dia lalu pergi dari klinik dan meminta dilakukan visum di Polsek Andir. Dia pun mengaku telah melapor ke polisi menjadi korban pengeroyokan.

"Saya bilang lagi ke orangnya 'Awas aja lu saya cari' terus saya ke Polsek Andir untuk cari surat visum," kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes bandung Kompol Agta Bhuwana Putra mengatakan ada 23 adegan yang diperagakan, dalam rekontruksi tersebut.

Agta mengatakan, dalam rekontruksi tersebut terungkap, jika Samuel memang sempat menusukan pisau yang dibawanya kepada korban. Namun serang itu, berhasil dihindarkan oleh Vissy.

"Setelah pelaku dipukul oleh korban baru di situ baru terjadi penusukan, di keluarin ditendang baru kemudian membabi buta, ada penusukan tapi tidak kena," katanya.

Disinggung soal motif, Agta mengatakan kesimpulan penyidik, Samuel tipikal orang yang mudah terprovokasi. Saat ia menantang korbannya dan oleh korbannya ditantang balik, hal itu yang membuat Samuel nekat mendatangi tempat kerja korban.

"Bisa disimpulkan bahwa dia itu pertama kali melakukan provokasi melalui Instagram DM, karena memang terjadi perdebatan kedua belah pihak dan ada tantangan untuk menghampiri korban, akhirnya dilaksanakan terhadap yang bersangkutan," katanya.

"Itu sifat provokatif yang bersangkutan. Kita simpulkan sifat provokatif yang bersangkutan," sambungnya.

Agta memastikan, tidak ada permasalahan apapun yang memicu Samuel menyerang Vissy. Hanya karen tantangannya diterima Vissy, Samuel pun terprovokasi.

"Tidak ada sebab. Karena dari pihak korban pun tidak merasa ada permasalahan dan tidak ada komunikasi sebelumnya," ucapnya.*** (Caesar Yudistira)
 


Editor : JakaPermana