The Apurva Kempinski Bali 'Sold Out' Dibooking Satu Hotel, Warganet Singgung Pejabat
Hotel mewah di Bali The Apurva dibooking satu hotel penuh untuk empat malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Media sosial X mendadak gempar setelah beredar pengumuman bahwa resort super mewah di Nusa Dua, The Apurva Kempinski Bali, telah dipesan secara penuh (full booked) untuk satu hotel sekaligus. Tidak tanggung-tanggung, seluruh area resort ditutup untuk umum selama empat malam berturut-turut.
Kabar ini viral setelah akun @LambeSahamjja mengunggah tangkapan layar pengumuman dari pihak hotel. Dalam pengumuman tersebut, tertulis bahwa seluruh resort telah dipesan untuk penggunaan eksklusif mulai tanggal 21 hingga 25 April 2026.
"Gillaaa... Apurva Bali 4 malam full dibooking penuh 1 hotel ini ada 475 kamarrr. Pejabat atau BUMN mana nih???" tulis akun tersebut dalam unggahannya yang memancing ribuan reaksi netizen.
Spekulasi Warganet: Antara Pejabat dan Sultan India
Unggahan tersebut langsung memicu spekulasi liar di kolom komentar. Mengingat kapasitas hotel yang mencapai 475 kamar dan statusnya sebagai salah satu hotel termahal di Indonesia, netizen mulai menebak-nebak siapa "sosok kuat" di balik pemesanan fantastis tersebut.
Banyak warganet yang langsung mengaitkan hal ini dengan agenda instansi pemerintahan atau perusahaan plat merah (BUMN). Namun, pendapat ini ditampik oleh beberapa netizen yang mengaku paham dengan peta perhotelan di Bali.
"Hah yaelah saya kerja di sini dulu, sering buy out konglomerat kalau ada wedding. Apalagi kalau sudah Indian party (pernikahan orang India), bisa seminggu," tulis akun @IGA_Pusparini yang mengklaim sebagai mantan karyawan di hotel tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa instansi pemerintah biasanya lebih sering memilih hotel yang berada di dalam kawasan ITDC, sementara Apurva terletak sedikit di luar area utama tersebut.
Bukan netizen namanya jika tidak menghitung estimasi biaya. Dengan asumsi harga kamar termurah berada di angka Rp5 juta hingga Rp10 juta per malam, maka untuk 475 kamar selama 4 malam, biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk kamar saja ditaksir mencapai Rp9,5 miliar hingga Rp19 miliar.
"Tolong totalin berapa biayanya, siapa tahu besok bisa ikut booking," sindir akun @angang_______ di kolom komentar.
Netizen lain juga mempertanyakan nasib tamu yang sudah memesan kamar jauh-jauh hari di tanggal tersebut. "Kalau udah book dari jauh hari di tanggal tersebut, dicancel sama pihak hotelnya ya? Gue nanya karena beneran nggak tahu," tanya akun @imagineicc.
The Apurva Kempinski memang sudah menjadi langganan lokasi acara kelas dunia. Sebelumnya, hotel ini menjadi pusat perhatian saat menjadi lokasi utama KTT G20 pada tahun 2022.
Meski pihak hotel belum memberikan pernyataan resmi mengenai siapa yang melakukan buy out kali ini, fenomena penutupan satu hotel penuh untuk kepentingan eksklusif selalu berhasil mencuri perhatian publik karena kontrasnya gaya hidup mewah tersebut di mata masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan mengenai "sold out"-nya Apurva Kempinski masih terus dibagikan dan menjadi bahan perdebatan hangat di media sosial.
Editor : Firda Rachmawati


