THE BLACK LABEL Putuskan Berpisah dari YG, Penggemar Khawatirkan Masa Depan Artis

Saat ini agensi THE BLACK LABEL memilih berpisah dan akhiri hubungan dengan perusahaan YG Entertainment.

THE BLACK LABEL Putuskan Berpisah dari YG, Penggemar Khawatirkan Masa Depan Artis
Artis di bawah naungan THE BLACK LABEL.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini agensi THE BLACK LABEL bukanlah bagian dari agensi dan perusahaan YG Entertainment lagi.

Pergeseran besar sedang terjadi di industri K-Pop seiring dengan resminya THE BLACK LABEL menjauhkan diri dari YG Entertainment yang memicu kegembiraan sekaligus kekhawatiran di kalangan penggemar.

Untuk pertama kalinya sejak didirikan pada tahun 2016, THE BLACK LABEL tidak lagi memiliki tokoh yang berafiliasi dengan YG di dewan direksinya. 

Hal ini menyusul kepergian Yang Min Suk, yang masa jabatannya secara resmi berakhir pada Desember 2025.

Sebelumnya didirikan sebagai sub-label YG, perusahaan ini selalu menjaga hubungan dekat dengan agensi induknya. 

Namun, kepemilikan saham YG terus menurun dari 45% pada tahun 2019 menjadi hanya 14,55% pada akhir tahun 2025, menandakan pemisahan bertahap yang kini telah selesai.

Saat ini, agensi tersebut sebagian besar dioperasikan oleh mantan eksekutif dari Pearl Abyss, dengan laporan yang menunjukkan bahwa mereka secara aktif mencari investasi dari pemain besar seperti Krafton dan Tencent.

Para pelaku industri meyakini ini bisa menjadi langkah strategis menuju IPO di masa depan, memposisikan THE BLACK LABEL sebagai kekuatan independen sepenuhnya di industri hiburan.

Saat ini, agensi tersebut mengelola sederetan artis yang mengesankan, termasuk: Rosé, Taeyang, Jeon Somi, Park Bo Gum, dan Kwak Dong Yeon.

Dengan nama-nama besar yang berada di bawah manajemennya, langkah selanjutnya perusahaan ini akan memiliki implikasi signifikan di seluruh industri.

Sementara sebagian penggemar menyambut baik langkah menuju kemandirian, sebagian lainnya menyatakan kekhawatiran.

THE BLACK LABEL sebelumnya pernah menghadapi kritik karena jarang melakukan comeback dan aktivitas promosi yang terbatas.

Selain itu, produser lama Teddy, sosok sentral di agensi tersebut kadang-kadang juga dikritik karena arah musiknya.

Kemandirian terdengar menjanjikan, tetapi para penggemar mempertanyakan apakah hal itu akan mengarah pada peluang yang lebih baik atau justru lebih banyak ketidakpastian bagi para seniman.***


Editor : Irma Nurfajri