Sikap Kami: Tiba-tiba Tera
Anak muda itu bernama Muhammad Sejahtera Dwi Putra. Dia baru saja memenangkan medali emas menembak nomor 10 meter running target range, Selasa, 25 September 2023. Itu emas kedua Tera, sapaan akrabnya, sepanjang Asian Games 2022 di Hangzhou, China.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Muhammad Sejahtera Dwi Putra itu tidak seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, atau politisi-politisi lainnya. Dia bergerak dalam diam. Tiba-tiba saja, sudah mengharumkan nama negara dan bangsa.
Dia tak perlu bersolek (bagaimana mau bersolek kalau setiap hari bermandi keringat). Dia tak mengenakan gincu. Dia tak diitingi kameramen untuk menonjolkan kebaikan. Sebab, dia sendiri adalah sinar kebaikan.
Atlet itu memang begitu. Dia jauh dari mematut-matut diri, apalagi menggunakan kebohongan untuk menggapai prestasi. Dia adalah jiwa yang dilandasi sportivitas tinggi. Dia figur yang selalu menghormati lawan dan berusaha mengalahkannya.
Tera itu bukan anak presiden sehingga dia tak menarik perhatian. Apalagi, cabang yang dia tekuni adalah menembak. Cabang yang sepanjang sejarah Asian Games tak pernah menghasilkan Medali emas.
Tapi, Tera punya ayah dan ibunya yang terus mendorong dari kawasan Jakarta coret, Kota Bekasi di Jawa Barat. Dia punya pelatih yang mengarahkannya. Lebih penting lagi, dia punya Tuhan, kepada siapa dia selalu memohon kebaikan, dan prestasi.
Tera adalah pahlawan. Anak Bekasi itu adalah atlet terhebat Indonesia di Asian Games. Setidaknya, dialah satu-satunya atlet yang mampu meraih dua Medali emas dan dua perunggu pada satu edisi pentas olahraga Asia itu.
Dia telah mengajarkan kepada publik, terutama kepada politisi yang kini sibuk memasang gincu di bibirnya, bahwa prestasi adalah buah kerja keras. Dia bukan sebuah polesan. Dia diraih dengan keringat dan strategi di lapangan.
Tera, juga atlet-atlet Indonesia lain, yang tengah berjuang di Hangzhou, adalah pendekar-pendekar Tanah Air yang terlupakan di tengah hiruk-pikuk politik. Bahkan, mungkin tak sekadar terlupakan, tapi juga dimanfaatkan politisi-politisi haus popularitas. Politisi penuh seolah-olah.
Hari-hari ke depan, mungkin kita akan mendengar ‘Tera-Tera’ lainnya. Dari berbagai cabang yang diikuti Indonesia di Asian Games. Merekalah yang akan mengibarkan merah putih di negeri orang, memperdengarkan Indonesia Raya di arena pertempuran.
Kita patut bersyukur memiliki atlet-atlet dengan daya juang tinggi. Tanpa memperhatikan popularitas, tanpa menghitung bonus. Mereka yang tulus berjuang untuk Indonesia.
Dan, sebagai warga Jawa Barat, kita bangga Tera adalah anak kelahiran Jakarta yang kini berdomisili di Kota Bekasi. Dia, kita harapkan, juga menjadi tanda-tanda bakal berjayanya kembali olahraga Jawa Barat, merengkuh hattrick juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh-Sumut tahun depan.***
Editor : Ghiok Riswoto

