Tidak hanya jadi Pembully, Kim Hieora juga jadi Pencuri di Sekolahnya??
Dispatch mengungkapkan bahwa Kim Hiora bukan hanya sebagai pelaku pembully saja namun juga sebagai pelaku pencuri di sekolahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.COM, Bandung - Setelah membeberkan bukti chat Kim Hieora dengan anggota geng Big Sangji, Dispatch mengungkap bukti lain.
Selama masa sekolah, Kim Hieora ternyata bukan hanya menjadi pelaku pembully saja, namun juuga pencuri.
Hal ini diketahui setelah Dispatch menghubungi siswa X yang mengaku sebagai teman Kim Hieora.
siswa 'X' mengangkat tangannya selama kelas, meminta untuk pergi ke kamar mandi.
Kenyataannya, itu hanyalah sebuah alasan, dan siswa tersebut malah menuju ke ruang kelas yang kosong.
Ruang kelas tersebut kosong karena siswa keluar menghadiri kelas olahraga.
Dan siswa X tersebut mengaku mencuri barang dari kelas kosong itu.
siswa yang mengaku mencuri barang orang lain adalah siswa kelas 8. Namun dia menjelaskan mengapa dia melakukan kejahatan tersebut.
"Aku melakukannya karena kakak perempuanku (Kim Hieora) menyuruhku melakukannya," kata siswa X kelas 8 tersebut.
"Dia ingin membayar biaya rumah sakit ibunya," tambah siswa tersebut.
Menyusul pengungkapan dari siswa 'A' ini, Kim Hieora, seorang siswa kelas 9 pada saat itu, juga dipanggil ke kantor untuk diinterogasi. Dia membantah terlibat.
"Ini tidak ada hubungannya dengan saya," kata Kim Hieora saat itu.
Saat semester pertama tahun 2004, Kim Hieora duduk di kelas 9 dan siswa X yang terlibat dalam pencurian barang-barang pribadi berada di kelas 8.
Saat itu, bisnis ayah Kim Hieora gagal sehingga membuat keluarganya bangkrut.
Kim Hieora bekerja keras untuk mendapatkan uang saku, bekerja di toko makanan cepat saji Korea.
Kim Hieora memberi tahu dua siswa tentang situasi ini, 'X' dan 'Y'.
X dan Y terkenal di sekolah Menengah Putri Sangji, dan persahabatan ini memainkan peran penting dalam pencurian tersebut.
Dispatch dapat berbicara dengan X mengenai insiden pencurian tersebut.
"Saya bertanya kepada Kim Hieora mengapa dia bekerja paruh waktu. Dia mengatakan keluarganya bangkrut dan berada dalam kesulitan keuangan. Aku ingin membantunya jadi…," tutur siswa X.
"Aku mencuri barang-barangku sendiri. Aku ingin terlihat baik di hadapannya," ungkapnya.
X juga menulis dalam surat permintaan maaf dan refleksi mereka bahwa mereka mencuri sesuatu untuk membantu Kim Hieora secara finansial.
Namun gurunya tidak mempercayainya, dan menghukum X dan Kim Hieora.
Pernyataannya kini bertentangan langsung dengan pernyataannya saat kejadian terjadi 20 tahun lalu.
Kim Hieora mampu mengingat dengan jelas kejadian tersebut dan menjelaskan apa yang terjadi pada Dispatch.
"Dia (X) adalah seorang teman yang sering mengikutiku. Saya pikir dia mendengar situasi keluarga saya dan mencoba membantu saya. Aku tidak menyuruhnya melakukan itu, tapi tidak ada yang percaya padaku," ungkap Kim Hieora.
Baik X dan Kim Hieora diberikan pelayanan masyarakat sebagai hukuman.
Mereka dikirim ke tempat terpisah selama dua minggu untuk refleksi.
"Saya kaget saat melakukan pengabdian masyarakat. Bagaimana saya hidup sehingga tidak ada yang mempercayai saya… Saya menyadari bahwa saya hidup tanpa menanamkan kepercayaan pada orang lain," jelas Kim Hieora.
Setelah itu, Kim Hieora ingin bekerja untuk meningkatkan dirinya. Dia belajar keras di semester kedua kelas 9, dengan tujuan mempelajari humaniora di sekolah menengah.
Dia akhirnya bersekolah di Bukwon Girls' High School, sementara X akhirnya pindah ke daerah lain, namun rumor dan label sebagai pencuri terus mengikuti X kemanapun dia pergi.
"Saya menjalani hidup saya dan bekerja keras untuk menjadi orang yang lebih baik. Tapi ada orang lain yang hidup dalam kesakitan. Hatiku hancur memikirkan mereka," ujar Kim Hieora.***
Editor : Irma Nurfajri


