Tiga Pasar di Cimahi Terima Jatah 5.806 Kilogram Minyak Goreng Curah
Sebanyak tiga pasar tradisional di Kota Cimahi bakal mendapat jatah minyak goreng curah sebanyak 5.802 kilogram jatah dari Kemendag RI
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Sebanyak tiga pasar tradisional di Kota Cimahi bakal mendapat jatah minyak goreng curah sebanyak 5.802 kilogram yang merupakan jatah dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.
KepalaDinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengatakan, pihaknya bakal menyalurkan jatah minyak goreng curah tersebut di tiga pasar tradisional yang dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Ia menyebut, tiga pasar yang bakal mendapat distribusi minyak goreng curah diantaranya, Pasar Atas Baru, Pasar Melong dan Pasar Cimindi.
"Kita dapat 5.802 kilogram. Sudah kita bagi-bagi sesuai kebutuhan pedagang di tiga pasar tersebut. Mudah-mudahan segera bisa dikirim minggu depan," katanya.
Ia menjelaskan, pendistribusian minyak goreng curah tersebut nantinya bakal dilakukan menggunakan mobil tangki. Oleh karenanya, para pedagang disarankan membawa jerigen masing-masing untuk menampung minyak yang akan dibagikan secara merata.
"Saya harap para pedagang membawa jerigen bersih guna memudahkan pendistribusian minyak goreng curah," jelasnya.
Ia menyebut, di Pasar Atas ada sebanyak 16 pedagang, Pasar Cimindi ada 10 pedagang dan Pasar Melong ada 6 orang pedagang.
"Nantinya pada pedagan ini harus membeli minyak goreng tersebut dengan harga Rp 10.500 per kilogram. Kemudian harga jual kepada konsumennya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 11.500 per kilogram," sebutnya.
"Artinya pedagang dapat Rp 1.000 untuk keuntungan mereka," sambungnya.
Ia menegaskan, agar para pedagang ini tidak menjual minyak goreng curah tersebut di atas harga eceran tertinggi (HET). Jika membandel, pihaknya bakal memberikan sanksi tegas.
"Kami akan menindak tegas, mengingatkan kepada mereka manakala mereka menjual di atas HET yang sudah ditetapkan," tegasnya.
Ia pun berharap, pendistribusian minyak goreng curah ini bisa mengimbangi pasokan minyak goreng curah yang saat ini diakuinya masih terbatas.
"Itu bisa terlihat dari banyaknya antrean yang terlihat di toko modern maupun pasar tradisional," pungkasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


