Tiga Pria Tertangkap Basah Curi Alpukat 43 Kg, Aksinya Viral di TikTok

Viral aksi pencurian alpukat yang dilakukan oleh tiga pria. Namun, aksinya tertangkap basah.

Tiga Pria Tertangkap Basah Curi Alpukat 43 Kg, Aksinya Viral di TikTok

INILAHKORAN - Aksi pencurian buah alpukat oleh tiga pria di Dusun Supiturang, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mendadak jadi perbincangan hangat warganet.

Aksi mereka yang nekat mencuri 43 kilogram alpukat terekam dalam sebuah video dan viral setelah diunggah akun TikTok @sam_paijo06.

Dalam video tersebut, tampak warga mengepung ketiga pelaku yang tertangkap basah saat hendak membawa kabur hasil curiannya.

Buah alpukat yang diperkirakan bernilai sekitar Rp 3 juta itu diduga akan dijual di Pasar Singosari. Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, 20 April 2025, sekitar pukul 18.30 WIB.

Ketiganya diketahui bukan warga sekitar lokasi kejadian. Mereka adalah:

“Ketiganya berasal dari luar daerah, jadi ada kemungkinan ini bukan aksi individu melainkan bagian dari jaringan,” kata Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, dalam keterangannya.

Aksi mereka terendus warga setelah sebuah mobil pikap putih terlihat mencurigakan memasuki area perkebunan. Warga yang curiga lantas menghubungi pemilik kebun dan segera melapor ke pihak kepolisian.

Tanpa sempat melarikan diri, ketiga pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Karangploso untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam pengakuannya, mereka berniat menjual alpukat hasil curian itu ke pasar lokal.

Menariknya, dalam bagian akhir video yang beredar, tampak mobil pikap yang digunakan pelaku dalam posisi terbalik, menambah perhatian publik terhadap kasus ini.

Netizen pun ramai memberikan komentar. Banyak yang menyayangkan tindakan para pelaku yang mempertaruhkan kebebasan demi hasil curian yang nilainya tidak seberapa. “Terlalu nekat,” tulis salah satu warganet.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan yang terlibat dalam aksi pencurian ini.


Editor : Firda Rachmawati