INILAH, Bandung - KA Pangandaran mendapat respon positif dari pasar. Sejak diluncurkan Selasa (2/1/) lalu, tiket untuk keberangkatan akhir pekan hingga akhir Januari habis terjual.
Manager Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, sebagai tahapan uji pasar pihaknya memberlakukan tarif untuk perjalanan Bandung-Banjar ini hanya Rp1. Tarif promo itu khusus untuk keberangkatan 2 Januari-1 Februari 2019.
"Untuk update sampai hari ini, tiket KA Pangandaran pada akhir pekan rata-rata sudah terjual semua," kata Joni, Kamis (4/1/2019).
Menurutnya, KAI menerapkan tarif promo untuk rute Bandung-Banjar pp itu sebesar yaitu Rp1. Namun, sehubungan dengan adanya maintenance parameter pada ticketing system KAI untuk sementara waktu tarif yang muncul yakni Rp1.000. Untuk itu, pihaknya akan
mengoreksi kesalahan tersebut.
Lebih rinci, Joni menjelaskan pembelian tiket itu bisa melalui loket tanpa dikenai biaya alias gratis. Namun, pemesanan hanya dapat dilakukan di loket stasiun pemberhentian KA Pangandaran lintas Banjar-Bandung.
Sedangkan, pembelian tiket melalui KAI Access, website KAI, dan channel eksternal akan muncul Rp1.000 untuk kelas eksekutif dan ekonomi premium. Namun, penumpang berhak untuk mendapatkan pengembalian bea 100% yang prosesnya dilakukan di loket stasiun kedatangan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI tetap berkomitmen memberikan layanan gratis KA Pangandaran rute Bandung-Banjar selama masa promo," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, roda ekonomi Jabar bagian selatan mendapat perhatian khusus. PT KAI meluncurkan KA Pangandaran relasi stasiun Gambir-Bandung-Banjar pp dan stasiun Bandung-Banjar pp.
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, jalur khusus itu menghubungkan kota Banjar, Tasikmalaya, Bandung, hingga Jakarta. Keberadaan kereta itu diakuinya membantu aksesibilitas dan mobilitas warga daerah ke pusat kota.
"KA Pangandaran ini yang pasti akan membantu masyarakat. Hasil bumi dari Jabar selatan juga bisa terangkut. Destinasi pariwisata di sana juga bisa diakses," kata Edi.
Dia menuturkan, peluncuran ini pun dalam rangkaian reaktivasi jalur kereta ke Pangandaran. Rencananya, pada 2019 ini proyek itu akan dimulai. Targetnya, reaktivasi ke Jabar bagian selatan ini akan rampung secepatnya. Dia menyebutkan, dioperasikannya moda angkutan massal ini seiring dengan potensi angkutan penumpang dan barang yang relatif meningkat.
Edi menjelaskan satu rangkaian KA Pangandaran itu terdiri dari empat unit kereta eksekutif dan empat unit kereta ekonomi premium. Untuk sekali perjalanan kereta tersebut memiliki kapasitas total 520 kursi.
Terkait lama perjalanan, untuk jarak sekitar 328,8 km antara Jakarta-Banjar kereta ini ditempuh dalam waktu sekitar delapan jam. Sedangkan, antara Bandung-Banjar dengan jarak 155,8 km itu bisa ditempuh sekitar 4,5 jam saja.
"Dioperasikannya KA Pangandaran ini merupakan dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan perekonomian di Jabar," jelas Edi.
Mengenai jadwal keberangkatan KA Pangandaran ini, dia menyebutkan setiap harinya terdapat empat rangkaian. Pertama, KA relasi Gambir-Bandung-Banjar berangkat dari Gambir pukul 7.50 WIB dan tiba di Banjar pukul 15.56 WIB.
Kedua, KA relasi Banjar-Bandung berangkat dari Banjar pukul 16.20 WIB dan datang di Bandung pukul 20.34 WIB. Ketiga, KA relasi Bandung-Banjar berangkat dari Bandung pukul 9.10 WIB datang di Banjar pukul 13.03 WIB. Keempat, KA relasi Banjar-Bandung-Gambir berangkat dari Banjar pukul 13.55 WIB dan tiba di Gambir pukul 22.34 WIB.
Khusus tiket KA relasi Bandung-Banjar kelas eksekutif dan ekonomi premium itu hanya dibanderol Rp1. Pembelian tiket promo tersebut bisa didapatkan di loket, melalui KAI Access, dan kanal eksternal resmi lainnya. Pemesanan tiket promo itu bisa dilakukan mulai H-30. Tiket promo tersebut tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal.
Nantinya, tarif normal setelah masa promo itu untuk kelas eksekutif dikenai tarif batas bawah (TBB) Rp150 ribu dan tarif batas atas (TBA) Rp520 ribu. Sedangkan, untuk kelas ekonomi premium akan dikenai TBB Rp100 ribu dan TBA Rp330 ribu.