Tim Peduli Bencana Bantu Pemulihan Warga Aceh Tamiang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Banjir bandang mungkin telah surut dari Desa Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang. Namun, bagi sebagian warga, bencana itu belum benar-benar pergi.
Sebagian masih kesulitan tidur. Ada yang tubuhnya mulai merasakan berbagai gangguan kesehatan. Di tengah rumah-rumah yang belum sepenuhnya pulih, mereka harus kembali menata kehidupan dengan kondisi yang serba terbatas.
Kondisi tersebut ditemukan Tim Bogor Peduli Bencana ketika memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga terdampak banjir bandang di desa tersebut.
Kepala Puskesmas Bogor Utara Astrid Dewi Prabaningtyas mengatakan tim memeriksa kesehatan umum 81 warga pada Minggu (9/8). Mereka terdiri atas 26 laki-laki dan 55 perempuan, dengan usia mulai dari balita hingga lanjut usia di atas 60 tahun.
“Dari hasil pemeriksaan kami, warga masih merasakan trauma, seperti tidak bisa tidur. Dari situ muncul penyakit yang menyerang mereka,” kata Astrid di Kota Bogor, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (11/8).
Pemeriksaan itu menemukan beragam keluhan. Sebanyak 22 warga mengalami hipertensi, lima orang diabetes melitus, lima lainnya mengalami stroke. Selain itu, terdapat 19 warga dengan keluhan batuk, tujuh mengalami skabies, dan 16 orang mengalami dermatitis atau radang kulit.
Angka-angka tersebut menjadi gambaran bahwa setelah air surut, persoalan kesehatan belum ikut menghilang.
Tim medis bahkan mendatangi rumah seorang warga yang sudah tidak mampu berjalan akibat diabetes melitus. Pelayanan diberikan langsung di rumah agar warga tersebut tetap memperoleh pemeriksaan dan penanganan.
Kebutuhan kesehatan ternyata tidak hanya berkaitan dengan penyakit yang muncul setelah bencana. Keluhan pada gigi juga ditemukan ketika tim membuka layanan pemeriksaan gigi.
Sebanyak 39 warga memanfaatkan layanan tersebut, terdiri atas enam laki-laki dan 33 perempuan. Pemeriksaan menemukan sejumlah gangguan, antara lain gangren radix atau kerusakan sisa akar gigi, gangren pulpa, dan pulpitis. Hanya satu warga yang dinyatakan tidak mengalami kelainan.
Pelayanan kesehatan itu melibatkan Astrid bersama Kepala Puskesmas Pancasan Dessy Yuliarty. Keduanya ditugaskan Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
Kehadiran tim medis menjadi bagian dari penyaluran donasi gelombang kedua masyarakat Kota Bogor bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memimpin rombongan relawan dari Bogor. Bantuan diarahkan kepada sekitar 250 kepala keluarga di Desa Lintang Bawah, Kecamatan Kualasimpang.
“Hari ini kami kembali memberikan bantuan donasi dari warga Kota Bogor pascabencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera,” katanya.
Bantuan yang dibawa tidak hanya berupa uang untuk setiap kepala keluarga. Susu bagi anak-anak dan berbagai kebutuhan pokok juga disalurkan untuk membantu warga melewati masa pemulihan.
Namun, kedatangan rombongan Bogor bukan semata membawa bantuan. Mereka juga melihat langsung kondisi desa untuk memahami kebutuhan warga setelah masa tanggap darurat berlalu.
“Sekaligus kami melihat kondisi pemulihannya. Barangkali ada yang bisa dikomunikasikan lagi kepada pemerintah yang lebih tinggi,” ujar Jenal. (gin)
Editor : Inilahkoran

