Tingkat Partisipasi Pemilih di Cimahi Menurun, Pemkot Cimahi Bentuk Desk Pilkada 2024
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah membentuk Desk Pilkada 2024 sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah membentuk desk pilkada 2024 sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kota Cimahi.
Langkah tersebut dilakukan menyusul tingkat partisipasi masyarakat Kota Cimahi pada Pemilu 2024 yang mengalami penurunan hingga 85,5 persen dari yang ditaregetkan, yakni 86,7 persen.
Seperti diketahui tahun ini akan berlangsung Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi 2024-2029. Pemilihan bakal berlangsung secara serentak pada 27 November 2024.
"Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih, Pemkot Cimahi sudah membentuk Desk Pilkada 2024," kata Dicky belum lama ini.
Dicky menyebut, salah satu tugasnya adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pesta demokrasi seperti Pilkada yang dilakukan secara langsung sangat bergantung sekali pada partisipasi masyarakat selaku pemilihnya.
"Untuk itu penting bagi Pemkot Cimahi untuk turut menyukseskan ini karena pekerjaan yang tidak mudah," tuturnya.
"Sepanjang kita memiliki niat yang sama untuk menyukseskan itu maka saya yakin kita dapat mensukseskan pemilihan kepala daerah dengan baik," sambungnya.
Dicky menjelaskan, Desk Pilkada yang dibentuk merupakan suatu tim yang terdiri dari beberapa pihak yang ada di Pemkot Cimahi ini dari perangkat daerah yang bertugas untuk menginventarisir dan mencoba mengatasi masalah.
"Kami juga memantau dan juga memonitor pelaksanaan Pilkada oleh Bawaslu serta melihat sejauh mana sinergi KPU dan Bawaslu," jelasnya.
"Kemudian berupaya untuk melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat Kota Cimahi agar berpartisipasi dalam pemilihan Gubernur dan Wali kota secara optimal," sambungnya.
Dicky menyebut, ada ada tiga hal yang harus dipegang teguh penyelenggara Pilkada ini, yaitu profesionalitas, loyalitas dan integritas. Sebab memilih pemimpin itu adalah memilih figur seseorang yang mampu memajukan kesejahteraan dan mewujudkan cita-cita semua pihak lantaran pemimpin adalah teladan yang menentukan.
"Partisipasi yang kemarin pada waktu Pilpres yang mencapai 85,5 persen, maka pada pemilih Pilkada kali ini harus bisa menjadi 90 persen lebih," sebutnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

