Tingkatkan Keahlian Pengrajin Kulit Buaya Asal Papua, Mensos Risma Berharap Hal Ini

Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini memberikan bimbingan vokasional dan kewirausahaan keterampilan kerajinan kulit buaya

Tingkatkan Keahlian Pengrajin Kulit Buaya Asal Papua, Mensos Risma Berharap Hal Ini
Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini memberikan bimbingan vokasional dan kewirausahaan keterampilan kerajinan kulit kepada sejumlah pengrajin kulit yang berasal dari Papua.



INILAHKORAN-Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini memberikan bimbingan vokasional dan kewirausahaan keterampilan kerajinan kulit kepada sejumlah pengrajin kulit buaya yang berasal dari Papua.

Risma mengatakan, kegiatan training vokasional ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian mulai dari desain tas, sepatu, dan produk lainnya yang berbahan dasar pengrajin kulit buaya.

"Training vokasional ini merupakan lanjutan dari training yang diikuti teman-teman kita sebelumnya," katanya dalam sambutannya di BBPPKS Bandung, Jalan Panorama, Kayu Ambon, Lembang, Senin 13 Desember 2021.

Baca Juga: Beredar Video Risma Memungut Kerikil Pakai Tangan, Said Didu: Jangan Mencontoh Kerja Seperti Ini

Menurutnya, di Memberamo Papua merupakan daerah dengan jumlah habitat buaya terbanyak. Bahkan, masyarakat di sana pun banyak juga yang mengonsumsi daging buaya.

"Kita juga telah melaksanakan training kerajinan kulit buaya di Jayapura dengan mendatangkan pelatih langsung untuk penyamakan kulit buaya," tuturnya.

Kendati demikian, jelas dia, dalam training vokasional kali ini pihaknya ingin ada training yang berbeda dengan memaksimalkan keahlian para pengrajin agar mampu membuat modifikasi berbagai produk atau kerajinan tangan dari kulit buaya.

Baca Juga: Aksi Mensos Risma Punguti Batu Dijalan Tuai Komentar Rocky Gerung, Begini Katanya

Ia mengaku sengaja membawa teman-teman dari Papua datang ke Bandung, lantaran di sini ada unsur kreativitas dan pemenuhan pasar.

"Makanya teman-teman Papua saya ajak ke Bandung," ujarnya.

Sebagai contoh, kata dia, saat ini sedang tren sepatu ket atau snickers. Kalau ingin bersaing dengan yang lain, maka ikuti tren tersebut.

Baca Juga: Beredar Video Risma Urug Lubang di Jalan Pakai Tangan Kosong, Netizen: Ga Ngaruh Sih Pungut Batu Satu Persatu

"Sekarang sepatu snickers sedang tren, kita harus membuat sepatu itu dengan melakukan modifikasi sepatu dengan menggunakan bahan dari kulit buaya," katanya.

Ia menyebut, di Indonesia ahli soal sepatu itu ada di Bandung. Tapi, kalau ahlinya berasal dari Garut, maka teman-teman juga akan diajak ke Garut.

Ia berharap, teman-teman dari Papua ini bisa memanfaatkan ilmu yang diberikan. Jangan sia-siakan karena Tuhan pun tak pernah membeda-bedakan makhluknya.

Baca Juga: Mensos Risma Pungut Kerikil Sambil Hujan-hujanan, dr Eva Sri Diana: Tugas Menteri Buat Kebijakan!

"Kita semua sama. Mari kita belajar terus dan tingkatkan kemampuan kita agar bisa bermanfaat bagi orang lain," tandasnya. (agus satia negara). ***

 
 


Editor : inilahkoran