Tinjau Jalan Poros Desa di 4 Kabupaten, Ini Rekomendasi DPMD Jabar

DPMD Jabar mengeluarkan rekomendasi terkait kondisi jalan poros desa setelah melakukan pengecekan ke lapangan

Tinjau Jalan Poros Desa di 4 Kabupaten, Ini Rekomendasi DPMD Jabar
Kepala DPMD Jabar, Ade Afriandi

INILAHKORAN.ID - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat melakukan peninjauan kondisi jalan poros desa di empat kabupaten, dalam beberapa waktu terakhir.

Hasilnya, seluruh jalan tersebut direkomendasikan untuk segera diperbaiki, guna mendukung mobilitas masyarakat setempat.

Pada survei jalan poros di Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang merupakan perbatasan antara Provinsi Jabar dengan Banten, didapati dari 8.100 meter panjang jalan milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi tersebut, teridentifikasi 7.550 meter rusak berat.

"Kondisi permukaan jalan didominasi tanah dan batu. Tingkat kerusakan mulai dari rusak ringan hingga berat, sehingga memerlukan penanganan secara bertahap berdasarkan tingkat prioritas," kata Kepala DPMD Jabar, Ade Afriandi dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Jalan poros tersebut dinilai strategis, karena mendukung mobilitas masyarakat menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Akses menuju Kampung Adat Sunda Kasepuhan Ciptagelar dan Kasepuhan Gelar Alam yang merupakan bagian dari kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, lalu menjadi jalur utama pelaksanaan berbagai kegiatan adat, termasuk Upacara Seren Taun.

Serta mendukung distribusi hasil pertanian, logistik, juga kebutuhan pangan masyarakat dan menjadi jalur penghubung antara Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten.

"Hasil survei merekomendasikan beberapa langkah penanganan. Melaksanakan pembangunan perkerasan jalan melalui sinergi, antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat," ucapnya.

Selain di Kabupaten Sukabumi, dari peninjauan jalan poros desa Cimahi-Cikarang-Pamalayan, Kabupaten Garut turut jadi sorotan. Total sekitar 24,1 kilometer jalan yang disurvei, dengan rincian 20,6 kilometer jalan milik kabupaten dan 3,5 kilometer milik desa.

"Kami merekomendasikan agar dilakukan pendataan yang valid, berkenaan dengan status jalan, agar tujuan pembangunan jalan poros dapat segera terealisasikan," katanya.

Tidak hanya itu, jalan poros di Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur juga didorong untuk diperbaiki. Seperti Jalan Cimala sepanjang 290 meter, Jalan Gunung Anjung 1.000 meter, Jalan Pasirhalang-Gandasoli 1.100 meter dan Jalan Leuwi Waru-Gandasoli sepanjang 60 meter.

"Secara keseluruhan, kondisi jalan poros dan lingkungan di Desa Pamoyanan masih banyak yang rusak berat, dengan permukaan tanah dan batu. Diperlukan perbaikan dan penanganan segera untuk meningkatkan aksesibilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat," ujarnya.

Terakhir kata Ade, jalan poros Desa Sukamulya, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Ada dua ruas jalan yang diperlukan penanganan untuk perbaikan dan pembukaan jalan baru.

Antaranya ruas Jalan Gunung Geulis-Pasirkujang yang rusak berat sepanjang 250 meter, lalu jalan perbatasan Desa Sukamulyas-Kutawaringin menuju Sukamandi sepanjang 1,7 kilometer yang dinilai perlu diperbaiki dan dibuka jalan baru.

Ia berharap, jalan poros desa ini dapat segera diperbaiki karena dinilai penting guna mempermudah mobilitas masyarakat.

"Jalan poros desa ini memiliki peran penting dalam konektivitas antar desa. Diperlukan penanganan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat," katanya. 


Editor : Ahmad Sayuti