Tinjau Pengelolaan Sampah di Cimahi, Menteri LH Ungkap Kondisinya
Menteri LH meninjau sejumlah lokasi pengelolaan sampah di Kota Cimahi dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Menteri Lingkungan Hidup (LH) meninjau sejumlah lokasi pengelolaan sampah di Kota Cimahi dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2025.
Tak hanya Menteri Lingkungan Hidup, agenda tersebut juga turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira dan Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb.
"Kita berada di kota yang menjadi terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Sebuah kota yang penuh dengan sejarah lahirnya Undang-Undang pengelolaan sampah di tanah air kita," kata Hanif Faisol saat ditemui di lokasi, Sabtu 22 Februari 2025.
Hanif menyebut, kondisi pasar ini relatif sudah memenuhi syarat dan kebersihannya sudah patut diapresiasi lantaran kondisi pasar seperti ini jarang ditemukan.
"Tadi juga kita sampaikan bahwa di tempat pembuangan akhir sampah 13 persennya berasal dari sampah pasar," sebutnya.
Sampah pasar ini, jelas Hanif, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 2012 dimandatkan bahwa pengelolaannya wajib diselesaikan sendiri.
"Mudah-mudahan ini menjadi contoh pasar-pasar lain yang ada di Cimahi karena pengelolaan sampah ini memang sangat penting untuk lingkungan, terutama untuk skala nasional," jelasnya.
Melalui pengelolaan kawasan sampah seperti ini, pihaknya berharap bisa dilakukan secara tertib dan berwawasan lingkungan, sehingga bakal mampu berkontribusi dalam membangun budaya Indonesia.
"Budaya atau negara maju selalu disimbolkan dengan kemampuan melakukan pengolahan sampah secara efektif dan efisien, serta ramah lingkungan," ujarnya.
"Bapak Presiden telah menggariskan kita Menuju Indonesia Emas 2045. Artinya Indonesia menjadi negara maju dan kita menyongsongnya dengan membangun karakter budaya bangsa," sambungnya.
Lebih lanjut Hanif menuturkan, sampah adalah simbol peradaban bangsa maka semua pihak wajib menyelesaikan persoalan ini lantaran sudah cukup lama semua pihak lalai.
"Makanya tahun-tahun baru di kabinet ini akan mendorong untuk segera menyelesaikan permasalahan permasalahan sampah secara nasional dengan segala pendekatan yang ada," tuturnya.
"Segala hal yang bisa kita lakukan akan kita tempuh dan ini wajib hukumnya berkolaborasi dengan semua pihak," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Firda Rachmawati


