Tips Manjur Mendatangkan Rezeki Dengan Mudah dan Tak Disangka-sangka di Tahun 2022
Membaca istighfar ternyata bisa mendatangkan rezeki. Hal itu dijelaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Al-Qurâan (PIQ) Al-Misbah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Membaca istighfar ternyata bisa mendatangkan rezeki. Hal itu dijelaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Al-Misbah Jakarta, KH Misbahul Munir.
"Orang yang memperbanyak baca istighfar dapat mendatangkan rezeki. Daripada mengeluh, lebih baik membaca istighfar. Sebaliknya, kalau kita banyak dosa itu menyebabkan rezeki seret (tersendat)," terang Kiai Misbah dalam Istighotsah dan Doa Bersama, dikutip dari Kanal Youtube Majelis Telkomsel Taqwa.
Ia menerangkan, Rasulullah menjelaskan umat islam dianjutkan untuk selalu membaca istighfar. Karena dengan begitu Allah akan senantiasa memberikan jalan keluar atas kesulitan-kesulitan yang dihadapi.
"Apabila telah banyak dosanya seorang hamba itu, sedangkan dia tidak mempunyai amal yang dapat melebur dari dosanya. Istighfar tidak ada, kebaikan juga tidak ada, dosa menumpuk. Maka Allah akan menguji orang itu dengan kesedihan. Hidupnya susah, rezekinya masalah. Itu terjadi kalau dia banyak dosa sedangkan dia tidak baca istighfar," katanya.
Baca Juga: Ini Doa Agar Meninggal Husnul Khotimah
Tak hanya mendatangkan rezeki, membaca istighfar juga dapat menghilangkan kesedihan dan kesusahan, karena Allah akan menguji makhluknya dengan dua hal itu.
"Allah akan menguji dengan kesedihan dan kesusahan. Solusinya, barangsiapa membaca istighfar maka otomatis kesedihannya akan berkurang karena telah melebur dosanya, bukan dengan kesedihan, kerepotan, kesusahan, tetapi dilebur dengan istighfar. Kalau kita membaca istighfar, insyaallah Allah akan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka," terang Kiai Misbah.
"Di dalam agama ini (Islam), kita membaca istighfar 70 kali gara-gara kesalahan dan dosa kita, ini tidak termasuk orang yang israr, yaitu orang yang terus menerus berbuat dosa. Masih dimaafkan (oleh Allah). Maka Rasulullah menyampaikan, apabila kamu banyak dosa maka carilah pengampunan kepada Allah dengan membaca istighfar," tegas Kiai Misbah.
Baca Juga: Menang Yaqut Diprotes Hanya Tunjuk 9 Anggota Majelis Masyayikh
Hanya saja, kalau perbuatan dosa itu berkaitan dengan sesama manusia maka harus meminta maaf kepada yang bersangkutan. Selain itu, wajib pula mengembalikan harta atau hak mereka yang telah kita ambil.
"Kita harus minta maaf dan niat untuk tidak kembali lagi. Tidak cukupl ah kalau kita nyolong (mencuri) kemudian meminta maaf. Hak adami tetap dikembalikan (berlaku),” jelas kiai kelahiran Probolinggo, Jawa Timur, pada 3 Juni 1972 itu. ***
Editor : inilahkoran


