Tirta Pakuan Gerak Cepat Selesaikan Kebocoran Pipa Tangkil-Caringin dan Rancamaya

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bergerak cepat menangani kebocoran pipa transmisi berdiameter 400 milimeter (mm) yang terjadi di jalur Tangkil Kota Bogor.

Tirta Pakuan Gerak Cepat Selesaikan Kebocoran Pipa Tangkil-Caringin dan Rancamaya
Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bergerak cepat menangani kebocoran pipa transmisi berdiameter 400 milimeter (mm) yang terjadi di jalur Tangkil Kota Bogor./INILAHKORAN-Rizki Mauludi

INILAHKORAN.ID - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bergerak cepat menangani kebocoran pipa transmisi berdiameter 400 milimeter (mm) yang terjadi di jalur Tangkil menuju wilayah Caringin dan sudah kembali menyalurkan air bersih pada Selasa 10 Februari 2026 kemarin.

Meski begitu penyaluran air bersih ke jalur Ciawi, Tajur dan Dekeng masih ada kendala, karena petugas kembali menemukan kebocoran baru pada pipa berdiameter sama di titik jalur Rancamaya.

Manager NRW (Non-Revenue Water) dan Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Nasrul Zahar menuturkan, bahwa proses perbaikan utama telah rampung. Namun, tahapan berikutnya berupa normalisasi aliran memerlukan waktu karena kondisi elevasi jalur pipa yang tidak merata.

"Kemarin kebocoran sudah berhasil diperbaiki. Namun, setelah perbaikan, kami harus melakukan normalisasi pengaliran. Karena elevasi pipa naik-turun, proses ini memang membutuhkan waktu lebih lama," ungkap Nasrul pada Rabu 11 Februari 2026.

Nasrul menerangkan, pengalaman penanganan kebocoran serupa sebelumnya membuat proses normalisasi dapat dilakukan lebih cepat.

"Alhamdulillah, berkat pengalaman sebelumnya, normalisasi tidak terlalu lama. Air yang sempat dihentikan sudah bisa kami alirkan kembali," terangnya. 

Nasrul menjelaskan, tetapi saat proses penyaluran ke jalur Ciawi, Tajur dan Dekeng akan dilakukan, petugas kembali menemukan kebocoran baru pada pipa berdiameter sama di titik berbeda. Pipa tersebut berjenis PPC dan berada di sekitar jalur Rancamaya. 

"Saat akan menormalisasi aliran ke jalur Ciawi, Tajur, dan Dekeng, ternyata terjadi kebocoran lagi pada pipa PPC dengan diameter yang sama, sekitar 400 mm. Lokasinya berbeda dari kebocoran sebelumnya," jelasn Nasrul.

Nasrul menerangkan, untuk meminimalisasi dampak gangguan layanan, Perumda Tirta Pakuan melakukan rekayasa aliran dengan mengubah jalur distribusi air dari Reservoir Rancamaya ke sejumlah wilayah terdampak.

"Kami sempat lakukan rekayasa aliran. Jalur yang sebelumnya dari Tangkil ke Ciawi, sekarang kami alihkan dari Reservoir Rancamaya. Sementara aliran dari Tangkil kami arahkan ke wilayah Dekeng. Ini agar air tidak melewati titik kebocoran," terang pria yang hobi olahraga sepak bola ini.

Nasrul membeberkan, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi gangguan distribusi air kepada pelanggan selama proses perbaikan berlangsung. Dengan rekayasa ini, diharapkan gangguan layanan tidak terlalu signifikan bagi pelanggan.

"Setelah perbaikan di titik kedua selesai, normalisasi bisa dilakukan lebih cepat. Pekerjaan telah selesai dilakukan Selasa 10 Februari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Sehingga saat ini, aliran air mulai dibuka kembali secara bertahap," bebernya

"Petugas terus melanjutkan proses normalisasi untuk mempercepat proses pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Saat ini, aliran air mulai dibuka kembali secara bertahap. Petugas kami masih terus melakukan proses normalisasi guna mempercepat pemulihan jaringan ke rumah pelanggan. Terima kasih atas kesabarannya," pungkas Nasrul.***


Editor : JakaPermana