INILAH, Purwakarta – TNI AU Lanud Suryadarma Kalijati menyulap 21 hektare lahan kosong di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta menjadi areal pos udara multifungsi. Rencananya, lokasi tersebut akan dibangun tiga helipad dan dropping zone. Saat ini pembangunan baru memasuki proses meratakan tanah.
"Proses perataan lahannya sudah berjalan sebulan. Progresnya sudah sekitar 80 persen," ujar Kepala Intelejen Lanud Suryadarma Kalijati Letkol Sus Dian Syaprilan kepada INILAH saat meninjau lokasi Pos Cikopo Pangkalan TNI AU Suryadarma di Desa Cikopo, Purwakarta, Selasa (11/12/2018).
Menurut Dian, sebenarnya tujuan awalnya tak lain untuk memanfaatkan lahan kosong milik TNI AU yang belum digunakan secara maksimal. Lahan itu akan difungsikan sebagai pos udara.
"Lokasi ini bisa menjadi lokasi dropping zone tamu-tamu kenegaraan. Untuk proses perataan, targetnya akhir tahun ini beres. Kalau pembangunan lainnya ditargetkan Maret 2019 beres," jelas dia.
Dia menjelaskan, di lokasi itu akan ada tiga titik helipad dengan ukuran masing-masing 25x25 meter. Helipad ini merupakan yang terbesar di wilayah Purwakarta. Awalnya, lokasi itu merupakan perumahan dinas untuk para anggota TNI AU. Namun perumahan itu tidak berkembang dan hanya dimanfaatkan pensiunan beserta keluarganya.
Kemudian, beberapa bulan lalu, lokasi itu ditertibkan. Keluarga pensiunan anggota TNI diberi kompensasi untuk meninggalkan rumah dinas tersebut. Setelah itu, lahan dibangun menjadi pos pangkalan udara, salah satunya dengan fasilitas helipad.
Untuk pemerataan tanah ini, lanjut Dian, awalnya ditargetkan selesai awal Desember 2018. Namun karena terkendala cuaca, pemerataan tersendat. Ketika curah hujan tinggi, lalu lintas truk pengangkut material tanah merah turut berhenti. Mengingat, pekerjaan ini memertimbangkan keselamatan.
Menurutnya, pos TNI AU ini menjadi lokasi helipad terbesar di Purwakarta. Pasalnya, helipad ini bisa menampung pesawat sejenis Super Puma. Termasuk, jika nanti Presiden atau jajaran menteri melakukan kunjungan melalui jalur udara, maka helikopternya bisa mendarat di wilayah ini.
Dia menambahkan, kawasan ini luasanya mencapai 21 hektare. Jadi, menurut dia, bisa dikembangkan untuk areal lainnya, misalnya jadi wilayah pergudangan. Mengingat lokasinya cukup strategis untuk mendukung sektor bisnis.
"Kita akan jajakan kerja sama, antara TNI AU dengan Pemkab Purwakarta. Sebab, sisa lahan ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya," pungkasnya.