Tower Telekomunikasi Hambat Rencana Permukiman Baru di Desa Melakasari

Warga Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, berencana membuka kawasan pemukiman baru, namun terhambat adanya tower

Tower Telekomunikasi Hambat Rencana Permukiman Baru di Desa Melakasari
Tower salah satu telekomunikasi yang berada di lingkungan warga Melakasari menghambat pembangunan permukiman baru. (Maman Suharman/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Warga Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, berencana membuka kawasan pemukiman baru, namun terhambat adanya tower milik salah satu provider telekomunikasi dan dampak radiasi. 

Kuwu Melakasari, Sohibi,  membenarkan adanya keinginan warga yang berencana membuka  pemukiman baru. Rencana itu muncul sebagai solusi atas keterbatasan lahan, yang sebagian besar telah digunakan sebagai kawasan lahan pertanian produktif.

Sohibi menjelaskan, lokasi yang ditetapkan untuk pemukiman baru juga menjadi pusat perekonomian desa melalui keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga diharapkan dapat meningkatkan akses dan kemudahan bagi warga dalam beraktivitas ekonomi.

Namun, lanjut Sohibi, keberadaan tower provider yang sudah berdiri jauh sebelum masa jabatannya menjadi kendala utama dalam mewujudkan rencana warga tersebut.

“Tower ini sudah ada sebelum saya menjabat sebagai kuwu. Dan warga khawatir akan dampak radiasi adanya tower,” ujar Sohibi Kamis 5 Maret 2026.

Walaupun begitu, pihaknya menyambut baik inisiatif dan keinginan warga untuk mengembangkan kawasan pemukiman baru. Itu karena selama ini pihaknya melakukan pemantauan keberadaan tower tersebut, dan hasil verifikasi menunjukkan bahwa ada tunggakan pajak yang cukup signifikan.

"Dari data yang ada tower tersebut memang menunggak pajak cukup lama, dan nilainya cukup signifikan mencapai jutaan rupiah," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa akan mencari solusi terbaik terkait permasalahan tersebut.

"Kami juga akan berupaya mewujudkan keinginan warga yang menginginkan adalah pemukiman baru dengan mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat." ujarnya.

Sementara salah seorang warga bernama Endi mengaku khawatir dengan dampak radiasi dari tower telekomunikasi tersebut. Ini berkaitan dengan dampak jangka panjang yang nanti akan dirasakan warga. 


Editor : Ahmad Sayuti