TPT Ambruk di Bogor Tewaskan Warga, Dedi Mulyadi Perketat Alih Fungsi Lahan
Hujan lebat yang mengguyur Kota Bogor, menyebabkan TPT di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan ambruk, Kamis 29 Januari 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Hujan lebat yang mengguyur Kota Bogor, menyebabkan TPT di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan ambruk, Kamis 29 Januari 2026.
Peristiwa tembok penahan tanah (TPT) ambruk tersebut merenggut nyawa seorang warga Bogor setempat bernama Aminah.
Korban tertimbun material TPT yang ambruk akibat derasnya hujan. Meski sempat berhasil dievakuasi, nyawa Aminah tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Menanggapi kejadian itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya warga Kota Bogor tersebut. Ia memastikan Pemprov Jabar akan memberikan santunan kepada keluarga korban.
“Saya sampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga Kota Bogor yang tertimpa TPT. Pemprov Jabar segera menyampaikan santunan untuk keluarganya,” kata Dedi Mulyadi, Jumat 30 Januari 2026.
Dedi Mulyadi menegaskan, bencana longsor hingga banjir akan terus berulang apabila semua pihak enggan berbenah dan justru sibuk membela diri atas kesalahan dalam memperlakukan alam.
Ia menyoroti sikap sejumlah pihak yang kerap menghindar dari tanggung jawab ketika bencana terjadi akibat aktivitas manusia yang keliru.
“Bencana terus terjadi ketika kita tidak mau sadar dan berargumen untuk membela diri bahwa yang dilakukan itu benar. Ketika bencana, ngumpet tidak mau tanggung jawab dan tidak mau berkorban,” ucapnya.
Dedi Mulyadi pun meminta seluruh pihak memahami kebijakan pengetatan alih fungsi lahan yang kini diterapkan Pemprov Jawa Barat. Kebijakan tersebut dinilai penting sebagai langkah pencegahan bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.
Ia menegaskan, Pemprov Jawa Barat bersikap tegas dengan menghentikan pembangunan perumahan di kawasan rawan, seperti areal persawahan, tebing, danau, situ, serta wilayah lain yang berpotensi memicu bencana.
Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga tengah melakukan reboisasi secara bertahap sebagai bagian dari upaya mitigasi jangka panjang.
“Kebijakan itu terkadang menyebalkan, menyakitkan, bahkan menjengkelkan. Kebijakan itu bertujuan untuk pembenahan. Kini saatnya semua menyadari kesalahan yang pernah kita lakukan,” katanya.
Dedi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat alam, serta tidak mengulangi kesalahan yang sama agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Editor : Doni Ramdhani


